Hotel Novena Hampir Jadi Contoh Kumpulkan Orang Banyak, Untung Didatangi Satgas PPC 19 Bone

Satgas PPC 19 Kabupaten Bone saat mendatangi hotel Novena.

RAKYATSATU.COM, BONE – Hotel Novena Bone, sempat menjadi perbincangan hangat di Bumi Arung Palakka pada saat menjelang pergantian tahun 2020, Kamis (31/12/2020) malam.

Pasalnya, hotel berbintang yang ada di kota Kabupaten Bone tersebut, mengundang orang dan tamu hotel untuk makan malam di hotel Novena. Padahal, ada maklumat dan pemberlakuan jam malam guna memutus mata rantai penyebaran covid.

Memang dalam Maklumat Kapolri yang terbaru tertulis bahwa guna memberikan perlindungan dan menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat selama pelaksanaan libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Kapolri mengeluarkan Maklumat untuk tidak menyelenggarakan pertemuan atau kegiatan yang mengundang kerumunan orang banyak di tempat umum.

Satgas PPC 19 Kabupaten Bone saat mendatangi hotel Novena.

Daftar kegiatan yang dilarang atau diminta agar tidak diselenggarakan selama periode libur Natal 2020 dan Tahun 2021, sesuai dengan isi Maklumat Kapolri terbaru itu adalah, Perayaan Natal dan kegiatan keagamaan di luar tempat ibadah. Pesta/perayaan malam pergantian tahun. Arak-arakan, pawai, dan karnaval. Pesta penyalaan kembang api.

Dalam maklumat yang sama, Kapolri Idham Azis juga menyatakan: “Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.”

Kaitannya dengan hotel Novena yakni diduga tersirat bahwa menyelenggarakan pertemuan atau kegiatan yang mengundang kerumunan orang banyak di tempat umum demikian pula Pesta/perayaan malam pergantian tahun.

Sebab undangan makan malam yang disebarkan pihak hotel Novena bukan hanya kepada tamu hotel tetapi diundang pula orang luar untuk makan malam di hotel tersebut pada malam pergantian tahun baru.

“Jadi diduga tersirat sebagai perayaan pergantian tahun karena kalau tidak, kenapa pihak hotel tidak melakukannya sebelum diberlakukan jam malam dan sebelum tanggal 31 Desember 2020, seperti tanggal 28 Desember 2020,” ujar Andi Ilham, salah seorang warga saat ditemui di Lingkungan Ponceng Kelurahan Manurunge Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone yang juga pengamat sosial dan hukum.

“Kegiatan undangan makan malam yang bertepatan dengan akhir tahun 2020 (31/12) tersebut hampir menjadi contoh bahwa kita bisa mengundang (kerumunan) orang untuk makan,” tambahnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Rakyatsatu.com, bahwa awalnya pihak hotel Novena mengedarkan undangan santap malam kepada tamu hotel dan tamu undangan, satu undangan berlaku untuk dua orang di Golden Jade Novena.

Dengan adanya riak-riak keributan akhirnya pihak hotel mengatakan bahwa santap malam tersebut hanya diperuntukkan bagi tamu hotel (yang nginap di hotel Novena malam tersebut), padahal sebelumnya mengakui kalau undangan santap malam tersebut berlaku pula bagi orang luar (tamu undangan atau yang diundang).

Hal itu terbukti adanya sejumlah tamu yang bukan tamu hotel (yang nginap di hotel pada malam tersebut) berada di Golden Jade, tetapi pihak hotel Novena yang kemungkinannya mengetahui adanya riak-riak langsung memperketat pengawasan.

Salah seorang wartawan, Sahar, yang mencoba mencari informasi tentang undangan santap malam tersebut tidak diizinkan masuk ke Golden Jade karena tidak memiliki undangan.

“Saya dilarang masuk di Golden Jade karena tidak memiliki undangan,” ujar Sahar.

Namun polemik tersebut akhirnya berhenti dengan sendirinya setelah Satgas PPC 19 Kabupaten Bone langsung mendatangi hotel Novena di Jl Ahmad Yani Watampone. Tetapi saat Satgas PPC 19 Kabupaten Bone tiba hotel Novena, sudah tidak ada lagi orang makan di hotel Novena tepatnya di Golden Jade (salah satu room di hotel Novena) tempat undangan santap malam.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Bone, Andi Akbar, mengatakan bahwa dalam penindakan, Tim Satgas Covid tidak tebang pilih, siapa pun yang melakukan pelanggaran akan ditindak tegas.

“Tim Satgas dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19, tidak tebang pilih. Siapa pun yang melakukan pelanggaran akan dilakukan tindakan tegas,” tegas Andi Akbar.

Selain mendatangi hotel Novena, Satgas PPC 19 Kabupaten Bone juga mendatangi hotel Helios Bone.