Home / Daerah

Senin, 31 Mei 2021 - 16:54 WIB

Komitmen Pemkab Sinjai Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis

RAKYATSATU.COM, SINJAI – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, mengenai kesehatan gratis tetap menjadi prioritas utama dalam pemenuhan hak dasar masyarakat di bidang kesehatan.

 

Sebab, kesehatan gratis ini dituangkan dalam program unggulan Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) dan Wakil Bupati Sinjai Hj Andi Kartini Ottong, yang terintegrasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

 

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Sinjai, Andi Muh. Idnan, mengemukakan, perhatian Bupati ASA dalam program layanan kesehatan gratis bagi warga Sinjai memang cukup besar.

 

Hingga periode Mei 2021, jumlah warga Sinjai yang dibiayai Pemkab Sinjai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebanyak 116.696 jiwa. Sedang tanggungan yang bersumber dari APBN sebanyak 92.483 jiwa.

 

Dengan begitu, besaran anggaran yang dikeluarkan oleh Pemkab Sinjai untuk tanggungan peserta BPJS setiap bulannya yang mencapai Rp4,4 Miliar lebih itu, diharapkan bernilai manfaat dan dirasakan oleh masyarakat Sinjai.

 

“Ini menyangkut masalah pelayanan kesehatan sehingga Pak Bupati mengharapkan dengan program BPJS dengan asas kegotongroyongan ini, masyarakat Sinjai dapat terlindungi dengan program ini”, ungkap Idnan yang ditemui diruang kerjanya, Senin (31/5/2021).

 

Salah satu kelebihan Pemkab Sinjai dalam cakupan layanan kesehatan gratis ini adalah statusnya yang telah mengantongi Universal Health Coverage (UHC), sehingga memudahkan masyarakat dalam pengurusan BPJS gratis.

 

“Anggota keluarga yang belum masuk tanggungan dari peserta sebelumnya tidak perlu lagi menunggu 15 hari baru aktif tapi begitu diterbitkan kartunya maka hari itu pula langsung aktif”, jelasnya.

 

Sementara itu, Bupati ASA menyampaikan, program kesehatan gratis memang menjadi program unggulan sejak di awal pemerintahannya.

 

Tujuannya, memberi kepastian jaminan kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap warga Sinjai.

 

“Komitmen kami tidak boleh lagi ada masyarakat miskin yang tidak memiliki BPJS ataupun tidak terlayani di fasilitas kesehatan (Faskes)”, tandasnya.

 

Selain kepesertaan BPJS yang ditanggung pemerintah, Dinsos Sinjai juga mencatat kepesertaan BPJS kesehatan dari Apartur Sipil Negara (ASN) sebanyak 17.963 jiwa, perangkat desa 1.825 jiwa sedang peserta mandiri 14.257 jiwa.

Share :

Baca Juga

Daerah

DPRD Bone Belajar Penarikan Retribusi Pasar di Kabupaten Sinjai

Daerah

Jelang Tiga Tahun Pemerintahan Andi Seto-Andi Kartini, Begini Penilaian Ketua PD Muhammadiya Sinjai

Daerah

Andi Rio Bantu Korban Kebakaran Rumah di Pompanua

Daerah

Kepala BKPSDMA Sebut Pergantian Plt Kadinkes Sinjai Sudah Sesuai Aturan

Daerah

Dinkes Sinjai Workshop Instrumen Akreditasi Terbaru RAKYATSATU.COM, SINJAI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai melaksanakan workshop pemahaman standar dan instrumen akreditasi terbaru edisi II tahun 2019. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Sinjai dr. Emmy Kartahara Malik, Jumat (9/7/2021) di Aula Pertemuan Dinkes. Workshop yang diikuti 30 peserta terdiri dari Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab Mutu, Ketua Pokja Admen, Ketua Pokja UKM, Ketua Pokja UKP yang berasal dari enam Puskesmas seperti, Puskesmas Panaikang, Mannanti, Tenggalembang, Balangnipa, Samataring, Lappadata. Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik mengemukakan, bahwa terdapat perbandingan pada standar akreditasi yang lama dan yang terbaru. Misalnya, pada versi 2015 itu memiliki sembilan bab, sementara versi 2019 hanya lima bab. “Jadi lebih dipadatkan lagi atau disederhanakan namun hal itu tidak mengurangi apa yang ingin dicapai serta yang akan diimplementasikan nanti di masyarakat dengan standar yang harus dipenuhi,” ujarnya. Dalam kesempatan ini, dr. Emmy menekankan kepada Kepala Puskesmas dan seluruh Stafnya untuk bekerja lebih keras dan giat dalam mempersiapkan proses Akreditasi nanti. Dirinya berharap dalam kegiatan ini agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan baik dari awal sampai selesai nanti. “Mari kita belajar dengan baik sehingga dapat nanti dilaksanakan dan implementasikan di puskesmas, dengan demikian pelayanan kita kepada masyarakat akan lebih bermutu,” ujarnya. Workshop ini menghadirkan dua narasumber yakni, Surveior Akreditasi FKTP (Admen Sulsel) drg. Andi Murniati, dan Surveior Akreditasi FKTP (UKP Sulsel) dr. Enny Farida.

Advertorial

HMI MPO Unjuk Rasa Terkait Pengelolaan Pupuk Subsidi Tidak Profesional

Daerah

Peringatan Hari PMI, Bupati Sinjai : Kontribusi Nyata di Tengah Pandemi

Daerah

Masyarakat Sidodadi Adakan Syukuran atas Dilantiknya Bupati dan Wabup Asahan