Radio SBB Gelar Acara Refleksi Akhir Tahun 2020 Pemkab Bone, Bupati Bone Bahas Ini

Ketua DPRD Bone, Bupati Bone dan Sekda Bone di acara Refleksi Akhir Tahun 2020/ Istimewa

RAKYATSATU.COM, BONE – Di penghujung tahun 2020 ini, radio Suara Bone Beradat (SBB), menggelar acara Refleksi Akhir Tahun 2020 Pemkab Bone dengan tema “2021 Kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit” di Novena hotel Jl Ahmad Yani Watampone, Selasa (29/12/2020).

Di kegiatan tersebut radio SBB melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone dengan menghadirkan Bupati Bone DR H Andi Fahsar M Padjalangi, Ketua DPRD Kabupaten Bone Irwandi Burhan dan Sekda Kabupaten Bone Andi Islamuddin dengan moderator salah satu wartawan senior di Kabupaten Bone, Bakhtiar Parenrengi.

Bupati Bone DR H Andi Fahsar M Padjalangi menuturkan bahwa tahun 2019 dan 2020 ini tidak sedikit anggaran yang dialihkan untuk penanganan Covid 19 serta yang patut disyukuri karena meski pandemi Covid-19 tetapi kondisi ekonomi di Bone tetap stabil walau ada penurunan satu digit yakni dari 8,4 persen kondisi perekonomian turun menjadi 7,4 persen.

“Kita berharap di akhir tahun 2020 ini pandemi ini menurun tetapi ternyata tidak makanya mari kita bersama-sama memutus mata rantai Covid-19 ini dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes). Bahkan Bone selalu menjadi sorotan bahwa tidak masuk akal jika Covid 19 di Bone tidak besar sebab Bone daerah besar dengan banyak pintu, namun inilah kenyataannya,” ujar H And Fahsar.

“Saat ini semua jenuh mematuhi prokes, hidup seperti ini, olehnya itu mari kita sama-sama melandaikan perkembangan Covid-19. Solusi memulihkan ekonomi adalah melandaikan covid. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengakselerasi ekonomi adalah ekonomi tetap jalan dengan tetap menerapkan prokes. Mari kita berjalan, ekonomi jalan dengan tetap menerapkan prokes. Membatasi kegiatan malam karena virus akan menyerang lebih ganas di malam hari,” tuturnya lagi.

“Pembangunan, mari kita memberi pemahaman masyarakat bahwa banyak perencanaan yang telah ditetapkan harus bergeser karena adanya pandemi Covid 19. Jika berbicara kesehatan maka kita tidak bisa membandingkan dengan pembangunan sebab kesehatan itu berkaitan dengan nyawa. Kemudian belum lagi regulasi yang menuntut kita dari pusat bahkan ancaman bahwa apabila regulasi terhadap pemulihan kesehatan dan ekonomi maka pusat akan memberhentikan DAU. Kita juga harus menghadapi konsekwensi hukum. Dana penggunaan Covid tidak ada disalahgunakan, saya menjamin,” ujarnya.

“Tolong supportnya teman-teman agar garda terdepan penanganan Covid tetap semangat, seperti dokter dan perawat di rumah sakit, Satpol-PP dan yang tergabung di PPC. Saya mengingatkan agar teman-teman tidak takut di swab demi mengetahui kondisi kita.
Mari kita menutup lembaran kehidupan dengan begini di tahun 2020. Ingat, Ttdak ada Pemerintah yang ingin menyusahkan rakyatnya,” ujarnya.

“Kita mau akselerasi pembangunan di Bone berkali kali lipat, namun itu susah terwujud karena penganggaran itu sudah terprogram dan bukan hanya untuk pembangunan jalan tetapi banyak bidang lain tetapi yang patut kita syukuri di Bone adalah ketentraman, buat apa kita sehat, kalau keributan di sana sini. Apa yang menjadi keinginan/harapan teman-teman dan masyarakat tentu itu harapan kita semua,” tambah H Andi Fahsar.

“Besok malam tidak ada lagi aktivitas di atas pukul 20.00 Wita, itu sudah batas toleransi kita demi memutus mata rantai Covid-19. Jangan ada yang main-main dengan prokes,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bone Andi Islamuddin, sangat sepakat dengan tema tersebut bahkan mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh Radio SBB, karena saat ini memang kita fokus pada pemulihan ekonomi. Aktifitas sangat mempengaruhi peningkatan ekonomi.

“Mari kita beraktivitas dengan mengikuti seluruh apa yang dianjurkan oleh pemerintah, dengan tetap mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan (prokes), menjaga jarak, selalu memakai masker, dan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir,” tegasnya.