Tangani Sampah, Bupati Bakal Perluas TPA di Maros

Tangani Sampah, Bupati Bakal Perluas TPA di Maros/ Ist

RAKYATSATU.COM, MAROS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros berencana akan memperluas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Bontoramba, Kecamatan Mandai untuk menambah kapasitas pembuangan sampah yang kian menumpuk.

Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan, luas lahan yang ada saat ini baru sekitar 4 haktare dengan daya tampung hanya 50 ton sampah perhari, sementara total sampah yang ada di Maros mencapai 240 ton perharinya.

“Kalau dari sisi kapasitas, TPA kita memang sudah tidak bisa lagi menampung produksi sampah masyarakat kita. Rencananya kita akan perluas sekitar 2 hektare lagi tapi harganya melebihi apresial,” kata Chaidir, Minggu (28/03/2021).

Selain rencana perluasan sampah, Bupati Maros juga mengharapkan terwujudnya program pembuatan TPA terpadu regional Mamminasata yang akan dibuat oleh Pemerintah Provinsi Sulsel.

“Kita juga sangat berharap pembuatan TPA terpadu regional Mamminasata bisa segera terealisasi. Jika ini ada, maka persoalan sampah kita di Maros juga bisa sedikit teratasi,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Chaidir mengatakan kedepanya ia akan mendorong pemerintah kecamatan, kelurahan dan juga desa bisa terlibat langsung dalam hal penanganan sampah. Termasuk pengalihan armada dan anggarannya.

“Kami sangat setuju jika kedepannya kecamatan, kelurahan dan desa yang bertanggung jawab. Bisa juga nanti pengangggarannya dan armada kita akan dialihkan ke sana. Kalau di DLH memang terlalu luas,” ujarnya.

Bukan hanya armada, kata Chaidir, di setiap desa dan kelurahan diupayakan memiliki bank sampah yang juga bisa mengelola dan memanfaatkannya menjadi barang bernilai. “Kita juga mau nanti ada bank sampah yang mengelola di tingkat desa dan kelurahan,” sambungnya.

Anggota komisi III DPRD Maros, Mursyid menyebut, persoalan pengelolaan sampah harus menjadi preoritas Pemerintah saat ini. Pasalnya, banyak sampah warga yang menumpuk di pinggir jalan dan membuat tidak nyaman.

“Banyak warga yang mengeluhkan soal sampah. Setelah kami cek, memang kapasitas TPA kita sudah tidak bisa menampung. Masalah ini harus jadi preoritas Pemerintah,” ujarnya.