Lima Satker di Sinjai Ikuti Penilaian Zona Integritas

Lima Satker di Sinja Ikuti Penilaian Zona Integritas

RAKYATSATU.COM, SINJAI – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sinjai menggelar acara Focus Group Discussion dan Sharing Session terkait Pembangunan Zona Integritas.

Kegiatan yang digelar pada jumat (26/3/2021) lalu ini, diikuti oleh 5 Satuan Kerja (Satker) yang pada tahun 2021 ini mengikuti penilaian pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM) dan ditambah dengan 2 Satker sebagai observer.

Dalam acara tersebut KPPN Sinjai sekaligus menyerahkan penghargaan berdasarkan nilai Indikator Pelaksanaan Anggaran (IKPA) kepada 3 Satker lingkup wilayah pembayaran KPPN Sinjai yaitu, Rutan Sinjai di urutan pertama, Polres Sinjai di urutan kedua, dan Kejaksaan Negeri Sinjai di urutan ketiga.

Kepala KPPN Sinjai Anas Fazri mengungkapkan, pemberian penghargaan ini dilakukan setiap tahun sebagai apresiasi atas capaian kinerja pelaksanaan anggaran sepanjang tahun 2020, serta untuk mendorong seluruh Satker untuk meningkatkan kualitas belanja Kementerian/Lembaga yang lebih baik (spending better) serta sesuai dengan tata kelola yang baik (good governance).

Kinerja pelaksanaan anggaran saat ini diukur berdasarkan 13 indikator kinerja yang hasilnya dapat dimonitor oleh Satker sendiri setiap saat melalui aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OMSPAN).

Pada tahun 2020 bobot tertinggi penilaian diberikan untuk indikator tingkat penyerapan anggaran. Namun pada tahun 2021, bobot tertinggi diberikan untuk indikator capaian output. Hal ini sejalan dengan sistem Penganggaran Berbasis Kinerja yang menekankan bahwa setiap alokasi anggaran harus menghasilkan output dan outcome yang terukur.

Lebih lanjut dikatakan, terkait acara FGD & Sharing Session, Anas menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan kepada Satker yang mengikuti penilaian pencanangan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.

Sebagaimana diketahui bahwa tahun 2020 yang lalu KPPN Sinjai bersama 4 Satker di Kabupaten Sinjai mengikuti penilaian WBK/WBBM, namun hanya KPPN Sinjai yang berhasil memperoleh predikat WBK.

Pada tahun ini 5 Satker mengikuti penilaian untuk meraih predikat WBK yaitu Pengadilan Negeri Sinjai, Pengadilan Agama Sinjai, Kejaksaan Negeri Sinjai, Polres Sinjai dan Rutan Sinjai.

Anas berharap melalui kegiatan FGD dan sharing session ini menjadi sarana saling berbagi pengalaman selama mengikuti penilaian WBK dengan menerapkan prinsip ATM yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi.

Menurutnya, Predikat WBK bukan sekedar simbol prestis bagi satker, namun sesungguhnya masyarakat jugalah yang akan menikmati manfaatnya. Sebab predikat WBK hanya diberikan kepada instansi yang pimpinan dan seluruh jajarannya memiliki komitmen kuat dalam menegakkan integritas mencegah korupsi serta peningkatan kualitas pelayanan.

“Semoga di Sinjai ini segera terwujud Island of Integrity yaitu sebuah habitat pelayanan publik yang mengedepankan tegaknya integritas dan kualitas layanan yang prima,” kata Anas.