Begini Sosok Kontraktor yang Ikut Ditahan KPK Bersama Gubernur Nurdin

Nurdin Abdullah memakai topi biru di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Bersama petugas KPK terbang ke Jakarta dengan pesawat Garuda Indonesia, Sabtu 27 Februari 2021 / [SuaraSulsel.id / Istimewa]

RAKYATSATU.COM – Agung Sucipto adalah kontraktor yang diamankan bersama Gubernur Sulsel dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

Siapa Agung Sucipto? Dia adalah kontraktor yang namanya sempat disebut di hak angket DPRD Sulsel tahun 2019 lalu.

Saat itu namanya sempat disebut oleh mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel, Jumras dan pengusaha, Irfan Jaya. Dugaannya soal fee proyek 7,5 persen.

Ia diduga terlibat pada pengadaan proyek peningkatan ruas jalan di Palampang-Munte-Bontololempangan di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba senilai Rp 34 miliar.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah ditangkap KPK Sabtu 27 Februari 2021. Sekitar Pukul 01.00 Wita di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Jendral Sudirman Kota Makassar.

Petugas KPK berjumlah 9 orang dikawal Brimob Polda Sulsel kemudian membawa Nurdin Abdullah ke klinik. Untuk pemeriksaan swab antigen. Selanjutnya diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.

Informasinya, saat ini Nurdin Abdullah sudah tiba di Jakarta dan dalam perjalanan menuju Gedung Merah Putih KPK. Statusnya masih terperiksa.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan soal penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Nurdin Abdullah ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan.

“Iya betul,” kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Sabtu (27/2/2021).

Fikri belum mau berkomentar banyak soal kasus apa yang menjerat Nurdin. Ia meminta media menunggu rilis resmi dari KPK.

“Tunggu saja rilis resminya,” tambahnya.

Nurdin Abdullah dikabarkan diamankan oleh KPK, Sabtu dini hari. Kabarnya dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Selain Nurdin, KPK juga mengamankan Agung Sucipto (Kontraktor, 64 Thn); Nuryadi ( Sopir pak Agung, 36 Thn); Samsul Bahri ( Adc Gubernur Prov. Sulsel, Polri, 48 Thn); Edy Rahmat (Sekdis PU Provinsi Sulawesi Selatan); dan Irfandi (Sopir Edy Rahmat).

Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani mengaku kaget mendengar penangkapan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia mengaku memang ada yang menelponnya tadi subuh soal kabar tersebut.

“Makanya saya juga kaget karena ada yang telpon tadi subuh soal itu. Karena saya tidur jam 2 malam jadi kaget juga pas bangun,” kata Hayat.

Sumber : SuaraSulsel