Bejat! Pria Ini Enam Kali Gagahi Anak Dibawah Umur

Tim Resmob Polres Wajo saat mengamankan pelaku rudapaksa anak dibawah umur

RAKYATSATU.COM, WAJO – Aksi bejat dilakukan seorang pria di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Ia adalah AG (18).

Diketahui, AG melakukan aksi bejatnya dengan merudapaksa AS yang usianya baru 16 tahun. Tak hanya itu, AG juga merekam video aksi pencabulannya dan memeras orang tua korban dengan mengancam akan menyebar video tersebut.

“Setelah penyidik unit IV Sat Reskrim Polres Wajo menerima laporan orang tua korban dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi, serta visum et revertum, Penyidik yang berkoordinasi dengan unit Resmob langsung turun ke lapangan untuk melakukan penangkapan,” kata Kasat Reskrim Polres Wajo AKP Muhammad Warpa, Rabu (27/01/2021).

Aksi pencabulan ini, kata AKP Warpa, bermula saat AG memacari korbannya. Usai 6 bulan melakukan hubungan pacaran, AG memaksa korbannya untuk melakukan hubungan badan namun ditolak.

AG yang ditolak terus melakukan bujuk rayu korbannya hingga akhirnya korban dicabuli dirumahnya di wilayah Kecamatan Majauleng, Wajo. Dari hasil penyelidikan polisi, rupanya AG telah mencabuli korban sebanyak 6 kali pada Oktober hingga Desember 2020.

Aksi bejat AG terungkap saat AG meminta sejumlah uang kepada orang tua korban dan mengancam akan menyebarkan video mesum anaknya dengan AG jika keinginannya itu tidak dipenuhi. Merasa mendapatkan ancaman dan pemerasan, orang tua korban pun akhirnya melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

“Pelaku sempat 2 hari kabur. Pelaku berhasil diamankan di rumahnya setelah sempat kejar-kejaran dengan petugas. Saat diamankan, pelaku mengantongi sebilah pisau dapur yang menurutnya untuk jaga-jaga,” ujar AKP Warpa.

Kini pelaku pun berada di Mapolres Wajo guna proses penyelidikan lebih lanjut.

“Apapun alasan pelaku melakukan persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur tidak di benarkan dalam undang-undang, sekalipun mereka berpacaran. Kami akan proses dengan tegas apa lagi ada pemerasan yang di lakukan pelaku” tegas AKP Warpa.