Home / Daerah

Sabtu, 26 Desember 2020 - 11:13 WIB

Bupati Kaswadi Tepis Isu Penutupan Perbatasan

RAKYATSATU.COM, SOPPENG – Bupati Soppeng HA Kaswadi Razak melakukan klarifikasi perihal informasi yang beredar di masyarakat terkait penutupan perbatasan, Sabtu (26/12/2020).

Dikatakan mantan Ketua DPRD Soppeng dua periode ini, bahwa pihaknya dalam hal ini Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid Soppeng hanya membatasi beberapa hal termasuk perayaan tahun baru.

“Semua isu yang beredar adalah berita Hoax, tidak ada penutupan di perbatasan, yang ada adalah semuanya harus waspada terhadap penyebaran Corona ini,” kata Kaswadi.

Dia menjelaskan, masyarakat diminta untuk disiplin dengan mematuhi protokol kesehatan, sebagaimana surat edaran bersama yang telah dibuat sebelumnya.

“Saya bersama Dadim 1423/Soppeng dan Kapolres Soppeng akan membatasi beberapa hal yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti perayaan tahun baru,” ujarnya.

Tidak sampai disitu, pihaknya juga akan melakukan penertiban, sehingga diharapkan kepada
seluruh lapisan masyarakat untuk mentaati apa yang telah disampaikan oleh Pemerintah.

“Kita harus terus waspada, jangan sampai kita tertular dan membuat orang lain ikut tertular juga. Hal ini kami tegaskan demi keselamatan kita bersama,” tegasnya.

Sebelumnya Satgas Covid Soppeng mengeluarkan surat edaran untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan (Prokes) selama hari libur. Disertai dengan pemantauan, pengendalian dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan kasus Covid.

Dalam surat itu juga, setiap induvidu yang melaksanakan perjalaan wajib menerapkan protokol keseahtan 3M yaitu Memakasi Masker, Menjaga Jarak dan hindari kerumunan dan Mencucui tangan menggunakan sabu atau handsnitizer.

Selain itu, setiap orang baik menggunakan kendaraan pribadi maupun umum wajib patuh dengan ketentuan yang berlaku. Sementara untuk perjalanan dari luar Kabupaten Soppeng wajib menunjukkan Surat Keterangan Hasul Negative menggunkan te RT-PCR paling lama 5×24 jam sebelum keberangkatan atau menggunaan rapid test antigen atau rapid tes antiody paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan ssebagai persyaratan perjalanan. Kecuali bagi anak-anak dibawah 12 tahun.

Share :

Baca Juga

Daerah

DPD PKS Kenalkan Pengurus Baru ke Bupati Sinjai

Daerah

Jelang Lebaran, Tim Super Santuni Warga Kurang Mampu

Daerah

Pelaksanaan Penilaian APE 2021, Pemkab Sinjai Lakukan Rapat Pemantapan

Bone

41 Peserta Cata PK TNI AD Sub Panda Bone Dilepas Hari Ini

Daerah

Bupati Soppeng Siap Jadi Orang Pertama Divaksin

Daerah

Sekda Sinjai Ikuti Percepatan Pelaksanaan APBD Tahun 2021 dan Kemudahan Investasi Daerah

Daerah

Pemkab Sinjai Gelar Rapat Pembentukan Panitia Samput HJS ke-457

Daerah

Pemkab Sinjai Kembali Selesaikan Peningkatan Ruas Jalan di Sinjai Utara