Home / Daerah / Jakarta / Nasional

Jumat, 26 Agustus 2022 - 13:57 WIB

Transparansi, Sidang Etik Ferdy Sambo Dihadiri Kompolnas

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo konferensi Pers dengan wartawan usai sidang etik Ferdy Sambo di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta Selatan Jumat (26/8/2022)/ Foto : Dok. Humas Polri/Humas Polres Bone 

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo konferensi Pers dengan wartawan usai sidang etik Ferdy Sambo di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta Selatan Jumat (26/8/2022)/ Foto : Dok. Humas Polri/Humas Polres Bone 

RAKYATSATU.COM, JAKARTA – Sidang Kode Etik Profesi Polri (KEPP) oleh Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap Ferdy Sambo dihadiri langsung oleh Kompolnas. Hal tersebut sebagai bentuk transparansi Polri terhadap kasus yang banyak menyita perhatian publik itu.

Demikian antara lain disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan usai sidang etik Ferdy Sambo di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/8/2022).

“Selama proses sidang KEP tadi dihadiri oleh Kompolnas RI sebagai bentuk transparansi, objektifitas, serta akuntabilitas Polri,” kata Dedi.

Adapun sidang ini dipimpin oleh Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Ahmad Dofiri dan beranggotakan Wakil Inspektorat Pengawas Umum (Wairwasum) Irjen Tornagogo Sihombing, Kadiv Propam Irjen Syahardiantono, Gubernur PTIK Irjen Yazid Fanani dan Irjen Rudolf Albert Rodja.

Sidang yang digelar selama hampir 16 jam itu telah memutuskan secara kolektif kolegial memutuskan untuk memberikan tiga sanksi kepada Ferdy Sambo, salah satunya Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH).

Adapun sanksi lainnya ialah sanksi etika, yaitu tindakan Ferdy Sambo melakukan pembunuhan terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J merupakan perbuatan tercela dan sanksi adminitrasi berupa penempatan khusus dalam tempat khusus selama 20 hari.

“Kemudian Pemberhentian Dengan Tidak Hormat atau PTDH sebagai anggota Polri,” tekan Dedi.

Disisi lain, Dedi menyampaikan terima kasih kepada publik yang memberikan perhatian lebih untuk mengawal kinerja tim khusus (timsus) yang dibentuk Kapolri sehingga kasus ini bisa terungkap sesuai dengan fakta yang ada.

“Ini merupakan komitmen bapak Kapolri agar Timsus bekerja secara transparan, objektif dan akuntabel,” pungkasnya. [Ikhlas/Sugi]

BACA JUGA :  DPRD Bone Gelar RDPU, Ini Harapan Nakes Sukarela

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Sinjai Jadi Narasumber di Seminar Virtual NCGS 2021

Daerah

Incar 01 di Pilkada Wajo, Andi Rosman Mulai Tebar Baliho di Sejumlah Titik

Daerah

Buka RPJMD 2021-2026, Andi Kaswadi Harapkan Ini

Daerah

Dorong Generasi Muda, Bupati Sinjai Buka Entrepreneur School

Sinjai

Program Pelayanan Perizinan Tunjukkan Tren Positif, Bupati : Seluruh Desa Agar Siapkan Gerai Panrita

Maros

Wabup Maros Harap Kopi Mallawa Bisa Tembus Pasar Nasional

Sinjai

Pemkab Sinjai Pastikan Program Beasiswa Untuk Mahasiswa Tetap Berlanjut

Daerah

Tim Densus 88 Tangkap Terduga Jaringan Teroris Bom Gereja Katedral Makassar di Bone