Tingkatkan Produksi Pangan, Pemkab Sinjai Bakal Bangun 17 Paket Irigasi

RAKYATSATU.COM, SINJAI – Dalam rangka memenuhi sarana prasana pertanian untuk meningkatkan produksi pangan di Kabupaten Sinjai, Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tahun ini akan melakukan rehabilitasi atau perbaikan jaringan irigasi sebanyak 17 paket. Ketujuh belas paket ini berada di lima kecamatan masing-masing, Kecamatan Sinjai Barat 5 paket, Sinjai Tengah 4 paket, Tellulumpoe dan Bulupoddo masing-masing 3 paket serta 2 paket di Kecamatan Sinjai Selatan. Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Sinjai Andi Sarifuddin, saat ditemui di Ruang Kerjanya, mengatakan, kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi di 5 kecamatan ini dilaksanakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021 dengan total senilai Rp17 miliar, jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang senilai Rp13 miliar. “Alhamdulillah kita sudah lakukan lelang, minggu lalu sudah kita lakukan rapat persiapan pelaksanaan kontrak dengan pihak penyedia untuk membahas apa yang menjadi kebutuhan dalam kontrak di lapangan,” jelasnya, Jumat (26/3/2021). Sebelumnya, kata Sarifuddin pada tahun 2020 lalu, telah dilakukan perbaikan sebanyak 15 paket jaringan irigasi dengan anggaran senilai Rp13 miliar. Dari realisasi ini, peningkatan kinerja irigasi tahun 2020 melampaui target rencana kerja (renstra), dari target 72,76 persen, akhirnya bisa mencapai 72,81 persen dan mengaliri sawah seluas 1.500 hektar. “Salah satu indikator dari tercapainya renstra peningkatan kinerja irigasi tahun lalu adalah adanya peningkatan sumber anggaran dari DAK, dimana tahun-tahun sebelumnya kita tidak pernah mencapai angka Rp10 miliar, Alhamdulillah tahun lalu kita bisa tembus di angka Rp13 miliar dan alokasi DAK irigasi ini tertinggi di Sulsel,” tuturnya. Secara terpisah, Bupati Andi Seto Asapa (ASA) mengatakan, bahwa rehabilitasi jaringan irigasi yang tersebar di beberapa kecamatan adalah dalam rangka meningkatkan produksi padi untuk mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan produksi pangan di Sinjai. “Melalui rehabilitasi saluran irigasi ini maka diharapkan petani dapat melaksanakan cocok tanam secara maksimal sehingga target produksi padi bisa tercapai sesuai harapan kita,” jelasnya.

RAKYATSATU.COM, SINJAI – Dalam rangka memenuhi sarana prasana pertanian untuk meningkatkan produksi pangan di Kabupaten Sinjai, Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tahun ini akan melakukan rehabilitasi atau perbaikan jaringan irigasi sebanyak 17 paket.

Ketujuh belas paket ini berada di lima kecamatan masing-masing, Kecamatan Sinjai Barat 5 paket, Sinjai Tengah 4 paket, Tellulumpoe dan Bulupoddo masing-masing 3 paket serta 2 paket di Kecamatan Sinjai Selatan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Sinjai Andi Sarifuddin, saat ditemui di Ruang Kerjanya, mengatakan, kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi di 5 kecamatan ini dilaksanakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021 dengan total senilai Rp17 miliar, jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang senilai Rp13 miliar.

“Alhamdulillah kita sudah lakukan lelang, minggu lalu sudah kita lakukan rapat persiapan pelaksanaan kontrak dengan pihak penyedia untuk membahas apa yang menjadi kebutuhan dalam kontrak di lapangan,” jelasnya, Jumat (26/3/2021).

Sebelumnya, kata Sarifuddin pada tahun 2020 lalu, telah dilakukan perbaikan sebanyak 15 paket jaringan irigasi dengan anggaran senilai Rp13 miliar.

Dari realisasi ini, peningkatan kinerja irigasi tahun 2020 melampaui target rencana kerja (renstra), dari target 72,76 persen, akhirnya bisa mencapai 72,81 persen dan mengaliri sawah seluas 1.500 hektar.

“Salah satu indikator dari tercapainya renstra peningkatan kinerja irigasi tahun lalu adalah adanya peningkatan sumber anggaran dari DAK, dimana tahun-tahun sebelumnya kita tidak pernah mencapai angka Rp10 miliar, Alhamdulillah tahun lalu kita bisa tembus di angka Rp13 miliar dan alokasi DAK irigasi ini tertinggi di Sulsel,” tuturnya.

Secara terpisah, Bupati Andi Seto Asapa (ASA) mengatakan, bahwa rehabilitasi jaringan irigasi yang tersebar di beberapa kecamatan adalah dalam rangka meningkatkan produksi padi untuk mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan produksi pangan di Sinjai.

“Melalui rehabilitasi saluran irigasi ini maka diharapkan petani dapat melaksanakan cocok tanam secara maksimal sehingga target produksi padi bisa tercapai sesuai harapan kita,” jelasnya.