Personel Korem 141/Tp Dibekali Ilmu Jurnalistik

Acara Pembekalan Jurnalistik Korem 141/Tp

RAKYATSATU.COM, BONE – Personel Korem 141/Tp dibekali pelatihan jurnalistik yang dikemas dalam Acara Pembekalan Jurnalistik, yang dibuka oleh Kasrem 141/Tp, Kolonel Inf Heri Purwanto, di Aula Sudirman Korem 141/Tp, Jalan jendral Sudirman No.09 Kabupaten Bone, Kamis (23/2/2021).

Pelatihan dan pembekalan jurnalistik tersebut, dipandu oleh H. Salimjati (Pimpinan Media 55 Salim Mamma) dan Drs Ismail Asnawi selaku pembawa materi.

Kegiatan/acara Pembekalan Jurnalistik yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diikuti 75 peserta yang terdiri dari para perwakilan staf Korem 141, personil Kodim dan Anggota Koramil dari perwakilan Kodim jajaran Korem 141/Tp.

Personel Korem 141/Tp Dibekali Ilmu Jurnalistik

Pada pembukaan kegiatan dihadiri oleh para Kasi dan Pasi Korem 141/Tp, Para perwakilan peserta Bintara Tamtama dan ASN. Kegiatan ini pun diapresiasi oleh para pimpinan media yang sempat hadir apalagi dengan kolaborasi awak media dengan TNI.

Danrem 141/Tp Brigjen TNI Djashar Djamil dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasrem 141/ Tp. Kolonel Inf Heri Purwanto S.E, mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali para prajurit satuan jajaran Korem 141/Toddopuli agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknik jurnalistik, fotografi, membuat suatu tulisan berita sampai dengan mengupload berita sehingga peran insan penerangan lebih berkembang, tidak hanya dalam lingkup diskusi secara internal namun mampu menyajikan informasi ataupun tulisan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik.

“Perlu kita ketahui, peradaban saat ini sering kita disebut sebagai peradaban masyarakat informasi, dan informasi tersebut menjadi suatu komoditi primer bahkan sumber kekuasaan. Informasi juga dapat dijadikan alat untuk membentuk pendapat atau opini publik yang mempengaruhi dan mengendalikan pikiran, sikap dan perilaku manusia,” ujar Danrem 141/Tp dalam amanatnya.

Personel Korem 141/Tp Dibekali Ilmu Jurnalistik

“Muncul sebuah anggapan bahwa sumber baru kekuasaan saat ini adalah ”the new source of power is information in the hand of many” artinya siapa yang menguasai media massa maka dialah pengendali atau penguasa dunia” ujarnya.

Mencermati hal tersebut, sesungguhnya sebuah tulisan yang dimuat oleh media melalui kegiatan jurnalistik mampu memberikan efek kepada pembaca.Terlebih lagi jika efek tersebut mendorong banyak orang secara aktif untuk menyepakati sebuah wacana hingga pada tingkat opini bersama.

Seorang jurnalis dituntut sigap dalam menangkap setiap momentum dari sebuah peristiwa, membingkainya dengan sebuah gambar yang berada dari apa yang dilihat khalayak umum. Namun, disisi lain, ada etika yang harus dijunjung tinggi, ada pesan dan berita yang ingin disampaikan, ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar serta ada momentum yang harus ditampilkan dalam sebuah frame.

Kemampuan ini sudah menjadi sebuah tuntutan yang tidak terelakkan bagi insan penerangan khususnya di lingkungan Angkatan Darat dalam menghadapi tuntutan tugas yang semakin dinamis, sehingga perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia sebagai pengawal organisasi.

Namun kesempatan yang telah diberikan agar dimanfaatkan dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab, jika ada hal-hal yang kurang jelas, dapat ditanyakan dan disampaikan langsung kepada nara sumber, sehingga hasil dari pelatihan ini nantinya dapat dijadikan pegangan untuk diterapkan di satuan masing-masing.