Kejaksaan Mulai Garap Dugaan Korupsi BPNT di Wajo

Kantor Kejari Wajo

RAKYATSATU.COM, WAJO – Laporan adanya dugaan penyalahgunaan dana bantuan sosial berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, mulai ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo yang menerima laporan dari Koalisi LSM Wajo mulai menggarap kasus ini dengan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait.

“Dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti dengan serangkaian pulbaket dan puldata atas laporan tersebut,’ ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Wajo, Mirdad, Senin (22/11/2021) dalam keterangan persnya di ruang kerjanya di kantor Kejari Wajo, Jalan Kejaksaan No. 1 Kota Sengkang, Kabupaten Wajo.

Pulbaket dan puldata adalah kegiatan tahap awal dalam penanganan sebuah kasus di lembaga Kejaksaan. Pulbaket yakni pengumpulan bahan dan keterangan dari pihak-pihak yang dinilai ada kaitannya dengan dugaan kasus yang ditangani. Sedangkan puldata adalah pengumpulan data yang terkait dengan kasus tersebut.

Kasus ini, lanjut dia, mendapat atensi dari pimpinannya karena terkait dugaan penyalahgunaan keuangan negara untuk rakyat miskin. “Kita kasihan sama masyarakat miskin yang tidak mendapatkan haknya dengan baik,” katanya.

Soal siapa-siapa yang diduga terlibat dalam kasus ini, menurut dia, pihaknya belum bisa memastikan. “Nanti kita lihat perkembangannya ke depan,” katanya.

Dugaan penyelewengan dana bansos BPNT  ini dilaporkan oleh Koalisi LSM Wajo. Ketiga LSM tersebut adalah Lembaga Investigasi dan Monitoring (Limit), Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) dan Wajo Anti Corruprion (WAC).

Mereka mencium adanya penyimpangan dan penyelewengan dalam penyalurannya yang mencapai miliaran rupiah.