Home / Teknologi

Minggu, 24 Juli 2022 - 15:10 WIB

Waduh, STNK Kendaraan Mati Selama Dua Tahun Bakal Dinyatakan Bodong

Ilustrasi. STNK mati 2 tahun akan tidak bisa registrasi ulang di Samsat. (Foto: ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Ilustrasi. STNK mati 2 tahun akan tidak bisa registrasi ulang di Samsat. (Foto: ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

RAKYATSATU.COM – Kendaraan yang datanya sudah dihapus karena STNK dibiarkan mati selama dua tahun tidak bisa diregistrasi kembali. Dengan begitu, kendaraan akan menjadi bodong alias tak bisa dikendarai legal di jalan karena surat-suratnya tak bisa diurus lagi.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada Pasal 74 Ayat 3 diatur bahwa ‘Kendaraan Bermotor yang telah dihapus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat diregistrasi kembali’.

Ayat 1 yang dimaksud menjelaskan tentang dua cara penghapusan data kendaraan, yaitu dari permintaan pemilik dan pertimbangan pejabat berwenang soal registrasi kendaraan yakni kepolisian.

Kepolisian bisa menghapus data kendaraan dengan dua pertimbangan. Pertama, karena kendaraan rusak berat. Kedua, pemilik tak melakukan registrasi ulang maksimal dua tahun setelah masa berlaku STNK habis.

Aturan penghapusan data kendaraan jika STNK dibiarkan mati dua tahun sebenarnya sudah ada sejak 2009. Namun, pihak Samsat ingin menerapkannya saat ini karena berbagai hal.

Salah satunya, karena ada potensi penerimaan pajak lebih dari Rp100 triliun. Jasa Raharja, salah satu dari tiga instansi Samsat selain Polri dan Kemendagri, menyebut angka itu merupakan hitung-hitungan dari 40 juta kendaraan atau 39 persen dari total kendaraan yang belum melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Menurut Humas Jasa Raharja Panji, kebijakan itu saat ini sedang dalam tahap sosialisasi. Ia belum menjelaskan kapan hal itu bakal diberlakukan.

“Betul, namun sekarang masih tahap sosialisasi kepada masyarakat dulu. Sebagai informasi untuk kendaraan yang tidak melakukan registrasi, jadi patokan adalah data STNK jika mati dua tahun,” ujar Panji, Selasa (19/7) lalu.

STNKmatidua tahun dan dihapus dasar hukumnya sudah ditetapkan di Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang terbit pada 22 Juni 2009.

Pada Pasal 74 Ayat 2 butir b diatur penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bisa dilakukan jika pemilik kendaraan tidak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya dua tahun setelah masa berlaku STNK habis.

Ini artinya pemilik yang membiarkan STNK mati selama dua tahun alias tidak melakukan pembayaran biaya perpanjangan STNK, termasuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), maka berisiko data kendaraannya dihapus.

Setelah data dihapus maka kendaraan menjadi bodong dan tidak legal digunakan di jalan umum. Risiko lebih lanjut yakni kendaraan yang sama tak bisa diregistrasi kembali sesuai Pasal 74 Ayat 3.

Direktur Utama Jasa Raharja sekaligus Pembina Samsat Nasional Rivan A Purwantono membenarkan aturan ini sudah ada sejak lama tetapi belum pernah diterapkan.

“Betul demikian,” kata Direktur Utama Jasa Raharja sekaligus Pembina Samsat Nasional Rivan A Purwantono kepada CNNIndonesia.com, Rabu (20/7). [CNNIndonesia/com]

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Begini Cara Mengatasi Kecanduan Main Game Online

Teknologi

Selain Pemerataan 4G, Kominfo RI Mulai Jejaki 5G

Advertorial

Sahabat ASA Gelar Turnamen Esports Mobile Legend, Libatkan Ratusan Peserta

Ekobis

Kredivo dan Ramayana Perdalam Penetrasi Paylater di Kota Tier 2 dan 3

Ekobis

TikTok Hadirkan Ruang Untuk Bantu Kembangkan Brand Kecantikan Lokal

Daerah

Ini Yang Dipelajari Peserta Dalam Sepekan Pelatihan Emergency Respon Team Kalla

Teknologi

Aturan PSE Jadikan Kominfo Bisa Lihat Percakapan Whatsapp dan Gmail

Teknologi

Pakai Cara Ini Agar Kamera SLR dan Perangkat Kamu Tetap Awet