Curah Hujan Tinggi, BPBD Sinjai Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

RAKYATSATU.COM, SINJAI – Intensitas curah hujan yang mulai meningkat sejak beberapa hari terakhir ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana. Imbauan itu merupakan tindak lanjut dari surat Badan Meteorologi, klimotologi dan geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar yang diterima oleh BPBD Sinjai terkait keberadaan Sinjai masuk Addalam kategori curah hujan menengah hingga tinggi beberapa bulan kedepan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sinjai Achmad Karim saat ditemui, beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa dengan adanya surat dari BMKG tersebut, ditindaklanjuti oleh Pemkab Sinjai melalui surat edaran Bupati Sinjai tentang antisipasi dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana menghadapi potensi cuaca ekstrim. “BMKG memprediksi puncak La Nina akan terjadi pada bulan februari dan diprediksi hingga bulan maret sehingga BPBD Sinjai kembali akan mengaktifkan Posko Siaga Bencana,” ujarnya. Langkah pembuatan posko ini sebagai antisipasi bencana agar sedini mungkin. Posko ini selalu stanby 24 jam dan siap kapan saja menerima informasi jika terjadi bencana alam. Berdasarkan potensi kerawanan bencana yang sering melanda Kabupaten Sinjai jika hujan dengan intensitas tinggi yaitu tanah longsor sering terjadi di Kecamatan Sinjai Barat, Sinjai Tengah, Sinjai Borong dan Bulupoddo. Potensi banjir di Sinjai Utara dan angin kencang kerap melanda Kecamatan Pulau Sembilan, Tellulimpoe dan Sinjai Timur. Untuk menghadapi dampak dari cuaca ekstrim tersebut, Ia juga mengharapkan kepada instansi terkait serta pemerintah kecamatan hingga tingkat RT untuk tetap melakukan antisipasi kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca di wilayah masing-masing.

RAKYATSATU.COM, SINJAI – Intensitas curah hujan yang mulai meningkat sejak beberapa hari terakhir ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana.

Imbauan itu merupakan tindak lanjut dari surat Badan Meteorologi, klimotologi dan geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar yang diterima oleh BPBD Sinjai terkait keberadaan Sinjai masuk Addalam kategori curah hujan menengah hingga tinggi beberapa bulan kedepan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sinjai Achmad Karim saat ditemui, beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa dengan adanya surat dari BMKG tersebut, ditindaklanjuti oleh Pemkab Sinjai melalui surat edaran Bupati Sinjai tentang antisipasi dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana menghadapi potensi cuaca ekstrim.

“BMKG memprediksi puncak La Nina akan terjadi pada bulan februari dan diprediksi hingga bulan maret sehingga BPBD Sinjai kembali akan mengaktifkan Posko Siaga Bencana,” ujarnya.

Langkah pembuatan posko ini sebagai antisipasi bencana agar sedini mungkin. Posko ini selalu stanby 24 jam dan siap kapan saja menerima informasi jika terjadi bencana alam.

Berdasarkan potensi kerawanan bencana yang sering melanda Kabupaten Sinjai jika hujan dengan intensitas tinggi yaitu tanah longsor sering terjadi di Kecamatan Sinjai Barat, Sinjai Tengah, Sinjai Borong dan Bulupoddo. Potensi banjir di Sinjai Utara dan angin kencang kerap melanda Kecamatan Pulau Sembilan, Tellulimpoe dan Sinjai Timur.

Untuk menghadapi dampak dari cuaca ekstrim tersebut, Ia juga mengharapkan kepada instansi terkait serta pemerintah kecamatan hingga tingkat RT untuk tetap melakukan antisipasi kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca di wilayah masing-masing.