Home / Daerah

Senin, 23 Agustus 2021 - 21:22 WIB

Bupati Terima Bantuan Paket Sembako Untuk Penanganan Covid-19 di Sinjai

RAKYATSATU.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai menjemput bantuan jaring pengaman sosial penanganan Covid-19 berupa paket sembako dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Bantuan paket sembako itu diserahkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel bersama anggota Forkopimda Sulsel kepada Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) yang diwakili Kadis Sosial Sinjai, Andi Muhammad Idnan di ruang pola Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (23/8/2021)

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, bantuan paket sembako tersebut merupakan bantuan dari Pelaku Usaha/BUMN/BUMD Lingkup Sulsel, melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurut Andi Sudirman, ada sebanyak 17 organisasi yang terlibat atau berpartisipasi dalam bantuan paket sembako ini, dengan total bantuan 10.500 paket sembako.

“Jadi ini merupakan kontribusi dari BUMN yang terhimpun dalam forum Fasilitator yang telah kami bentuk sebelumnya dalam penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Plt Gubernur berharap, bantuan paket sembako ini tepat sasaran kepada warga yang belum pernah sama sekali menerima bantuan. Tidak ada tumpang tindih terkait data warga selaku penerima.

“Silahkan koordinasikan, kita harap ini menjadi awal dari kontribusi para pelaku usaha dan BUMN/BUMD kita di Sulsel,” harapnya.

Di tempat yang sama, Kadis Sosial Sinjai, Andi Muhammad Idnan, menjelaskan jika Kabupaten Sinjai mendapat jatah 400 paket sembako.

Bantuan rencananya akan segera disalurkan oleh Bupati ASA, setelah paket sembako tiba di Kabupaten Sinjai melalui Bank Sulselbar Cabang Sinjai.

“Alhamdulillah Sinjai dapat 400 paket meski kita usulkan 1.000 lebih, tapi dengan jumlah itu sudah sangat luar biasa,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati ASA, bantuan yang akan disalurkan ke warga Sinjai yang belum sama sekali mendapatkan bantuan baik dari pemerintah pusat, Provinsi dan pemerintah daerah ini menjadi harapan pengembangan ekonomi nasional.

BACA JUGA :  Danrem 141/Tp dan Forkopimda Bone Hadiri Acara Penyerahan Remisi Umum Bagi Narapidana 

“Dengan bantuan mudah-mudahan dapat membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19 sehingga upaya pemulihan ekonomi nasional yang dicanangkan pemerintah berjalan sesuai yang diharapkan,” harapnya.

Pihaknya pun mengaku akan segera menindaklanjuti harapan Plt Gubernur Sulsel untuk menjadi fasilitator dalam membentuk forum sinergitas antara pelaku usaha, BUMN/BUMD dalam rangka membantu masyarakat yang tidak pernah mendapatkan bantuan apa-apa.

“Inshaa Allah segera kita tindaklanjuti dan kita jadwalkan dalam waktu dekat dengan mengundang pelaku usaha serta instansi Vertikal BUMN/BUMD. Ini semua untuk membantu masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sama sekali,” jelasnya.

Share :

Baca Juga

Sinjai

Kepala dan Perangkat Desa di Sinjai Ikuti Program JKN-KIS

Maros

Tim Ahli Cagar Budaya Maros Temukan Delapan Monumen Perabuan

Bone

Irup di Makorem, Begini Penekanan Danrem 141/Tp ke Personelnya

Daerah

Temui Warganya Penderita Tumor Ganas, Wabup HaTi : Pemerintah Akan Bantu Pengobatan

Daerah

Demi Kenyamanan Wisatawan, Pulau Larea-rea Ditutup Sementara

Soppeng

Tim Super Peduli Kembali Sasar Warga Kurang Mampu

Sidrap

Pameran Sehari, Guru Sidrap Tampilkan Kerajinan Anak Didik

Daerah

Dinkes Sinjai Workshop Instrumen Akreditasi Terbaru RAKYATSATU.COM, SINJAI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai melaksanakan workshop pemahaman standar dan instrumen akreditasi terbaru edisi II tahun 2019. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Sinjai dr. Emmy Kartahara Malik, Jumat (9/7/2021) di Aula Pertemuan Dinkes. Workshop yang diikuti 30 peserta terdiri dari Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab Mutu, Ketua Pokja Admen, Ketua Pokja UKM, Ketua Pokja UKP yang berasal dari enam Puskesmas seperti, Puskesmas Panaikang, Mannanti, Tenggalembang, Balangnipa, Samataring, Lappadata. Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik mengemukakan, bahwa terdapat perbandingan pada standar akreditasi yang lama dan yang terbaru. Misalnya, pada versi 2015 itu memiliki sembilan bab, sementara versi 2019 hanya lima bab. “Jadi lebih dipadatkan lagi atau disederhanakan namun hal itu tidak mengurangi apa yang ingin dicapai serta yang akan diimplementasikan nanti di masyarakat dengan standar yang harus dipenuhi,” ujarnya. Dalam kesempatan ini, dr. Emmy menekankan kepada Kepala Puskesmas dan seluruh Stafnya untuk bekerja lebih keras dan giat dalam mempersiapkan proses Akreditasi nanti. Dirinya berharap dalam kegiatan ini agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan baik dari awal sampai selesai nanti. “Mari kita belajar dengan baik sehingga dapat nanti dilaksanakan dan implementasikan di puskesmas, dengan demikian pelayanan kita kepada masyarakat akan lebih bermutu,” ujarnya. Workshop ini menghadirkan dua narasumber yakni, Surveior Akreditasi FKTP (Admen Sulsel) drg. Andi Murniati, dan Surveior Akreditasi FKTP (UKP Sulsel) dr. Enny Farida.