[OPINI] Tepuk Tangan

Catatan Pinggir : Bahtiar Parenrengi

RAKYATSATU.COM, BONE – Gemuruh tepuk tangan terdengar dalam ruangan. Sesekali ada teriakan yang cukup histeris. Sejumlah remaja, dengan girang meminta vocalis band melanjutkan aksinya.

Suara makin menggemuruh saat bait-bait lagu mengalun merdu. Tepuk tangan bercampur suara histeris bercampur menjadi melodi yang indah.

Hal yang sama tatkala menarik. Ketika suatu malam disebuah pesta perkawinan. Gemuruh tepuk tangan pun membahana. Tepuk tangan dibarengi suara tawa dan denda gurau.

Liukan tubuh sejumlah waria membuat pesta nikahan semakin dipadati. Ada peragaan busana untuk para wanita-pria.

Tepuk tangan terus membahana hingga dipenghujung malam. Tepuk tangan, bukan tepuk dada ataupun tepuk pramuka.

***
Tepuk tangan merupakan respon terhadap hal positif, sesuatu yang indah, penghargaan dan rasa hormat akan sesuatu.
Tepuk tangan lahir dari kegembiraan.

Jangan heran, ketika tepuk tangan bergemuruh ketika sebuah acara digelar. Itu pertanda ada kegembiraan. Pertanda penerimaan sesuatu hal yang baik.

Jangan heran, ketika tepuk tangan terdengar saat seseorang berpidato. Ada sesuatu yang masuk akal sehat. Bukan dengkul.

Dalam KBBI, Tepuk tangan adalah
tamparan tapak tangan kiri dng tapak tangan kanan sehingga menghasilkan bunyi.

Ketika bertepuk tangan, bunyi itu menjadi pendorong untuk tersenyum. Dan tepuk tangan itu memberi manfaat positif bagi kesehatan.

Pada saat tepuk tangan, kita bisa merasakan manfaat, meningkatkan sirkulasi darah hingga menurunkan tekanan darah.

Pada saat kita tepuk tangan ada 28 titik tekanan pada tangan yang terstimulasi seperti diungkapkan Rahul Dogra dari Kairali Ayurveda, India.

Lalu, titik-titik tersebut juga terhubung dengan organ-organ tubuh, sehingga lewat tepuk tangan organ tersebut mendapat rangsangan.

***
Diberbagai acara dialog, saya sering mengajak peserta dialog untuk bertepuk tangan. Tak hanya diakhir acara. Tapi diawal acara.

Bertepuk tangan diawal acara tentu memiliki pengaruh yang luar biasa. Karena itu pertanda kegembiraan bersama dalam memulai. Tentu kegembiraan setelah memulai dengan bentuk penyerahan kepada Ilahi Robbi.

Bertepuk tangan juga memiliki makna filosofis bahwa bunyi keriuhan yang terdengar/ dihasilkan merupakan hasil aktivitas bersama seluruh jari-jari tangan.

Pemaknaannya bisa berupa sesuatu hasil yang baik dihasilkan secara bersama. Bersama kita bisa. Bersama menghasilkan sesuatu dengan peran masing-masing.

Pada saat bertepuk tangan, ada beberapa manfaat yang dirasakan tubuh. Mulai dari meningkatkan sirkulasi darah hingga menurunkan tekanan darah.

Menigkatkan sirkulasi darah, Bertepuk tangan setidaknya dua puluh hingga tiga puluh menit ternyata mampu membantu meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh. Selain itu juga efektif dalam memperlancar arus darah ke arteri dan vena.

Hal ini secara otomatis dapat membantu dalam memberikan energi pada tubuh dan juga menyokong aliran oksigen ke berbagai bagian tubuh.

Manfaat lain, Meringankan radang sendi. Dengan bertepuk tangan secara mengejutkan juga sangat bagus untuk orangyang menderita arthiritis.

Hal ini sangat efektif dalam membantu menyingkirkan nyeri sendi, nyeri punggung, dan nyeri leher. Orang yang menderita nyeri-nyeri seperti itu telah terlihat lebih baik setelah melakukan beberapa kalitepuk tangan. Di sini tepuk tangan memainkan peran sebagai peringan rasa sakit.

Teruslah bertepuk tangan. Karena bisa saja rasa sakitmu menghilang. Bisa saja rasa sakit hatimu terobati. Teruslah tepuk tangan, selama engkau bisa. Selama tanganmu bisa bergerak.

Tepuk tanganlah, agar dirimu sehat. Berusahalah agar dirimu tak bertepuk sebelah tangan dan bertepuk dada, sehingga membuat dirimu bangga dan merasa pintar dan menang sendiri. (