RAKYATSATU.COM, PANGKEP – Kabupaten Pangkep kembali melaksanakan kampanye pendidikan inklusif di awal tahun 2019. Kampanye yang dilakukan melalui kegiatan olahraga yang melibatkan 200 anak termasuk anak berkebutuhan khusus dari 20 sekolah termasuk Sekolah Luar Biasa, dalam berbagai macam permainan yang inklusif dan dihadiri oleh kurang lebih 300 orang.
Tahun 2014 Kabupaten Pangkep telah mendeklarasikan sebagai kabupaten inklusi dan ditindak lanjuti pada tahun 2016 Kabupaten Pangkep telah membentuk Kelompok Kerja (POKJA) Pendidikan Inklusif, hal tersebut menunjukan komitmen Kabupaten Pangkep untuk mewujudkan pendidikan untuk semua melalui penyelenggaraan pendidikan secara inklusif.
Pendidikan inklusif dipandang sebagai satu cara terbaik untuk memastikan akses bagi semua anak termasuk penyandang disabilitas untuk dapat berpartisipasi pada setiap kegiatan akademik maupun non-akademik.
Saat ini sesuai data Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, tercatat ada 32 sekolah yang sudah melayani anak-anak berkebutuhan khusus. Untuk kedepannya diharapkan semua sekolah dapat
menyelenggarakan pendidikan inklusif dan pendidikan inklusif dapat menjadi budaya baik di lingkungan sekolah/madrasah maupun dilingkungan masyarakat pada umumnya.
Menjadi kabupaten inklusif bukan sekedar gambaran kepedulian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Pangkep terhadap tumbuh kembang anak-anak disabilitas, namun lebih dari itu, dimana pendidikan
inklusif merupakan upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep dalam memenuhi apa yang menjadi hak semua anak dalam bidang pendidikan.
“HKI dan UNICEF akan selalu mendukung pemerintah Pangkep dalam memastikan pemenuhan semua anak termasuk anak berkebutuhan khusus melalui penyelenggaraan pendidikan inklusif,”
ungkap Nunu Nurdyana, Senior program officer pendidikan inklusif dari Helen Keller International (HKI), Jumat (03/05/2019).
Helen Keller International (HKI) didirikan pada tahun 1915 yang bertujuan untuk menyelamatkan penglihatan dan kehidupan orang yang rentan dan kurang beruntung.
"Kami mencoba mengatasi penyebab dan konsekuensi dikarenakan kebutaan dan kekurangan gizi dengan mengembangkan
program yang berdasarkan pada bukti dan penelitian dalam hal penglihatan, kesehatan, dan gizi," tuturnya.
Berkantor pusat di Kota New York, HKI, melalui program-programnya, mencegah kebutaan dan kekurangan gizi di 21 negara di Afrika dan Asia, seperti juga di Amerika Serikat.
Selaras dengan statemen HKI, Konsultan Pendidikan Inklusif UNICEF, Ibu Andi Endang S menyampaikan, bahwa terselenggaranya Festival Olahraga Inklusif ini merupakan salah satu bentuk
dukungan nyata UNICEF dan HKI terhadap kabupaten Pangkep.
Sedangkan Bapak Camat Minasatene, H. Satria Hasan, dalam sambutannya mengungkapkan dukungan terhadap kegiatan festival dan juga menambahkan bahwa tujuan utama dari penyelenggaraan festival olahraga inklusif dilakukan untuk meningkatkan kesadaran semua komponen masyarakat bahwa penyelenggaraan pendidikan inklusif dapat terselenggara di setiap wilayah dan tidak sesulit yang dibanyangkan jika dilakukan secara bersama-sama.
Melalui penyelenggaraan Festival Olahraga Inklusif diharapkan akan lebih banyak lagi masyarakat yang mengetahui bahwa Kabupaten Pangkep sudah menyelenggaraan pendidikan inklusif dan mereka dapat memperoleh layanan terbaik melalui sekolah-sekolah terdekat di lingkungan tempat tinggalnya. (Rasul)