RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Rekreasi di hari libur sekolah bersama keluarga merupakan kesenangan tersendiri buat Irfan yang merupakan pelajar dari SD 36 Parepare ini.
Namun naas, saat Irfan (9) ingin menikmati hangatnya air panas Lejja tanpa pantauan orang tuanya, dia ditemukan tak bernyawa oleh keluarganya sendiri.
" Saat tiba di Permandian, korban sempat makan bersama keluarga, setelah itu dia (Irfan) pergi mandi-mandi," ujar Mustamin
Irfan di temukan tak bernyawa setelah sejam setibanya di Permandian yang berada di Desa Bulu'E, Kecamatan Marioriawa itu.
"Sekitar satu jam kemudian orang-orang berteriak bahwa ada orang tenggelam, saat itulah keluarga sadar bahwa Irfan yang tenggelam," katanya
Saat ditemukan, pengunjung berusaha menolongnya dengan memberikan pertolongan pertama, namun korban tidak tertolong,
" Pengunjung sempat memberikan napas buatan, namun korban tidak tertolong," cerita Mustamin (**)
Namun naas, saat Irfan (9) ingin menikmati hangatnya air panas Lejja tanpa pantauan orang tuanya, dia ditemukan tak bernyawa oleh keluarganya sendiri.
" Saat tiba di Permandian, korban sempat makan bersama keluarga, setelah itu dia (Irfan) pergi mandi-mandi," ujar Mustamin
Irfan di temukan tak bernyawa setelah sejam setibanya di Permandian yang berada di Desa Bulu'E, Kecamatan Marioriawa itu.
"Sekitar satu jam kemudian orang-orang berteriak bahwa ada orang tenggelam, saat itulah keluarga sadar bahwa Irfan yang tenggelam," katanya
Saat ditemukan, pengunjung berusaha menolongnya dengan memberikan pertolongan pertama, namun korban tidak tertolong,
" Pengunjung sempat memberikan napas buatan, namun korban tidak tertolong," cerita Mustamin (**)