Balik Umroh, Jamaah Harus Siap-siap Dikarantina Enam Hari di Jakarta

PCR Swab jamaah umroh yang baru tiba di Indonesia

RAKYATSATU.COM, JAKARTA – Pelaksanaan ibadah umroh di musim pandemi Covid-19 ini tentu sangat jauh berbeda disaat dilakukan dibukan musim pandemi/normal.

Di musim pandemi Covid-19 ini, selain jamaah umroh harus terbebas dari penyakit korona atau Covid-19 yang ditandai dengan PCR Swab harus menjalani karangtina, baik di Arab Saudi maupun di dalam negeri sendiri, Indonesia.

Hal itu dialami oleh puluhan jamaah umroh Indonesia yang ke Arab Saudi pada 12 Januari 2021. Setiba di Kota Madinah, Arab Saudi para jamaah umroh tersebut harus dikarangtina selama tiga (3) hari di hotel/penginapan tanpa harus ke mana-mana.

Jamaah umroh saat melaksanakan ibadah sholat di Masjid Kubah Madinah

Setelah balik ke Indonesia, hal yang sama kembali terjadi. Para jamaah umroh tersebut harus menjalani pula karangtina selama lima (5) malam, enam (6) hari di hotel.

Salah seorang jamaah umroh yang tidak ingin dipublikasikan identitasnya, mengatakan bahwa, ini pertama kalinya jamaah umroh harus dikarangtina.

“Saya bersama teman-teman jamaah umroh lainnya sedang menunggu hasil PCR Swab yang dilakukan kemarin (Selasa 19/01). Tentu kita berharap hasilnya negatif,” ujarnya, Rabu (20/01/2021).

Lanjutnya, berdasarkan informasi yang dia terima bahwa karangtina selama 5 malam 6 hari tersebut adalah merupakan program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun, dirinya sangat berharap adanya kebijakan dan keajaiban agar karangtina tidak sampai 6 hari.

“Saya dan jamaah umroh lainnya tentu sangat berharap bahwa jika hasil PCR Swab kami negatif maka kita sangat berharap agar sudah bebas dari karangtina. Di samping kita-kita ini punya beban tanggungan keluarga juga memiliki tugas atau tanggung lainnya,” ujarnya penuh harap.

Sementara itu informasi yang berhasil dihimpun dari pihak karangtina PPC-19 bahwa para warga negara Indonesia (WNI) yang dari luar negeri, baru tiba di Indonesia dan warga negara Asing (WNA) yang masuk di Indonesia, harus menjalani karangtina selama 6 hari 5 malam.

Penginapan atau tempat karangtina tersebut sudah disiapkan oleh negara sebab hal itu merupakan program pemerintah. Selain itu, bagi WNI dan WNA yang dikarangtina tersebut harus menjalani PCR Swab selama dua kali, yakni saat pertama tiba dan dihari ketiga karangtinanya.