Home / Advertorial / Daerah / DPRD Wajo / Wajo

Selasa, 19 Oktober 2021 - 15:33 WIB

Dilarang Mencari Ikan, Nelayan Danau Tempe Aspirasi ke DPRD Wajo

RAKYATSATU.COM, WAJO – Nelayan ikan di Danau Tempe mendatangi kantor DPRD Kabupaten Wajo, Selasa, 19 Oktober 2021. Kedatangan nelayan tesrbut karena mereka dilarang mencari ikan di Danau Tempe wilayah Sabbangparu.

Kordinator aspirasi, Hasrullah menyampaikan kalau mereka mendapat larangan untuk mencari ikan di Danau Tempe, wilayah Kecamatan Sabbangparu, hanya karena menggunakan alat tangkap ikan bernama renreng.

“Kenapa kami dilarang, sedangkan ada juga yang pakai alat tangkap ikan tongkang tidak dilarang,” kata Hasrullah.

“Kami mencari hidup untuk keluarga dan disana masih banyak juga yang melanggar daripada kami, sementara kalau mau pakai jaring (Lanra) yang dianjurkan pemerintah yang diatur di Perda sangat berpotensi merugikan nelayan karena adanya ikan sapu-sapu (Tokke) yang merusak jaring.” tambahnya.

Tentu lanjut dia, kita ketahui Lanra (jaring ikan) sangat mahal harganya, paling dipakai tiga kali sudah rusak akibat ikan sapu-sapu (ikan tokke).

Sementara Anggota DPRD Wajo, Irfan Saputra mengatakan, memang di Danau Tempe ada dilema jika mengikuti aturan pemerintah. Memakai lanra (Jaring ikan) sangat merugikan nelayan karena adanya ikan sapu-sapu yang merusak jaring.

“Kedua bagaimana secepatnya menghilangkan benturan di lokasi Danau Tempe terkait adanya sesama masyarakat nelayan yang saling melarang mencari ikan. Makanya kita butuh ketegasan dari istansi terkait,” ujarnya.

Sedang Ketua tim penerima aspirasi, Taqwa Gaffar meminta dan berharap kepada Dinas Perikanan agar turun meninjau langsung pada hari Kamis, dan mengundang bersama nelayan Sabbangparu, Tempe dan Tae untuk mencari solusi.

“Karena yang melarang masyarakat mencari ikan di wilayah Sabbangparu bukan Dinas Perikanan, dan kasus ini tidak perlu ditindaklanjuti cukup dicarikan saja solusinya oleh Dinas Perikanan, dan satu lagi menjadi bahan kami kedepan bagaimana cara membasmi ikan Tokke, walau harus ada wacana pengeringan Danau Tempe dengan berkordinasi dengan pihak Bali Besar Pompengan Jeneberang,” paparnya.

Kadis Perikanan Kabupaten Wajo, Nasfari mengaku akan turun meninjau langsung dan memberikan pemahaman yang jelas terkait aturan yang diatur di Perda.

“Alat tangkap ikan renreng tidak ada dalam Perda yang menganjurkan pemakaiannya, tapi tetap kedepan akan dikaji asas manfaat dan kegunaannya bagi ekosistem biota Danau Tempe,” ucapnya.

Share :

Baca Juga

Daerah

Peningkatan Kualitas Pengelolaan Keuangan, Pemkab Sinjai MoU dengan Kanwil DJPb Sulsel

Daerah

Petugas Layanan Publik di Sinjai Terima Dosis Kedua Vaksin Covid-19

Daerah

Dukung Program Vaksinasi, Batalyon C Pelopor Ikutkan 50 Personelnya

Advertorial

Pemkab Gelar Haul 2 Tahun Wafatnya Mantan Bupati Asahan

Daerah

Warga Tahanan Divaksin Covid-19, Ini Kata Kasat Tahti Polres Asahan

Daerah

Usai Terima Aspirasi, Bupati Wajo Boyong OPD Terkait Pantau Kondisi di Lapangan

Daerah

Ketua Persit KCK Koorcab Rem PD XIV Hasanuddin Kunjungi Kodim 1405/Mallusetasi

Daerah

Di Safari Ramadan, Polres Himbau Jamaah Tingkatkan Disiplin Prokes dan Kamtibmas