Vaksin Covid-19, Anggota DPRD Wajo Butuh Penjelasan dari Dinkes

anggota Komisi II DPRD Kabupaten Wajo, Herman Arif (Memakai Peci Hitam)

RAKYATSATU.COM, WAJO – Program pemerintah melakukan vaksinasi sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19 telah berjalan. Namun dibalik itu, seiring vaksinasi yang telah berjalan pro-kontra turut mewarnai program vaksinasi Covid-19 di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Wajo.

Alasannya pun beragam, mulai dari banyak jenis-jenis vaksin Covid-19, keamanan dan efek vaksin maupun kehalalan vaksin itu sendiri.

Hal inipun tidak luput dari perhatian anggota Komisi II DPRD Kabupaten Wajo, Herman Arif.
Bahkan legislator Gerindra tersebut sempat menegaskan menolak divaksin, jika pihak Dinas Kesehatan belum bisa memaparkan kenapa itu vaksin Covid-19 berbeda-beda harga pun keamanannya.

“Isu yang sangat populer di luar, kalau vaksin sangat bahaya. Makanya, jika Ketua Komisi III sudah menyatakan siap divaksin, maka saya yang pertama mengatakan, menolak divaksin sebelum ada penjelasan dari Dinkes Wajo,” ujar Herman Arif, di sela-dalamnya penyampaian aspirasi Lembaga Pelita Hukum (PHI) Wajo, di Gedung DPRD Wajo, Selasa (19/01/2021).

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, Dr drg Armin, menjelaskan jika vaksin yang masuk ke Indonesia adalah Vaksin Sinovac.

Lanjut drg Armin, vaksin tersebut dipilih pemerintah, karena vaksin Sinovac cocok dengan suhu di Indonesia. Dimana suhu 2-8 derajat celcius, aman atau cocok jika disimpan di kulkas Indonesia.

“Beda dengan negara Eropa, yang memiliki suhu yang berbeda dengan negara kita,” terangnya

Lebih jauh dia jelaskan, untuk vaksin Sinovac Covid-19 sudah ada ijin dari balai POM (Pengawas Obat dan Makanan) dan tingkat keamanannya juga aman dan halal.

“Tidak ada pemerintah yang mau menyengsarakan masyarakatnya. Terkait perbedaan harga, itu dari produsen saja, tetapi yang diberikan ke kita nanti semua gratis tidak ada yang berbayar,” paparnya.

Mantan Direktur RSU Siwa juga ini menjelaskan jika vaksin yang diberikan ke masyarakat memiliki NIK.

“Jadi tidak ada yang tertukar karena sudah ada NIKnya. Begitu juga tidak bisa diberikan ke orang lain, kalau bukan NIK nya,” jelasnya

Mendengar jawaban tersebut, Legislator Herman Arif pun mengaku merasa lega dan tidak khawatir lagi terhadap vaksin corona.

“Jika memang seperti itu, dan benar-benar ada jaminan itu aman. Saya kira, tidak ada lagi yang perlu kita khawatirkan,” tandasnya.