Home / Bone

Selasa, 18 Januari 2022 - 15:15 WIB

Diduga Dicuri, Ini Benda Pusaka Museum Saoraja Lapawawoi Yang Tidak Diambil

RAKYATSATU.COM, BONE – Musem Saoraja Lapawawoi Kabupaten Bone tiba-tiba menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, sejumlah benda pusaka di Museum Saoraja Lappawawoi Bone di Jalan K.H Tamrin No. 9 Watampone Kabupaten Bone, hilang, Sabtu (15/1) malam dan diduga dicuri.

Namun hal itu dibantah oleh salah seorang ahli waris mantan Kepala Museum Saoraja Lapawawoi Kabupaten Bone, Andi Mappasissi Petta Awangpone, yakni Andi Baso Bone dan Kurator/pemandu tamu museum sejak zaman almarhum Andi Mappasissi selaku Kepala Museum Saoraja Lapawawoi, Budi Santoso.

“Saya di museum Saoraja Lapawawoi sekira tahun 1994 sampai ahli waris Andi Mappasissi meninggalkan museum tersebut pada tanggal 16 Januari 2022,” ujar Budi Santoso saat ditemui media, di Apala tempat barang-barang disimpan yang diduga dicuri, Selasa (18/01/2022).

Budi Santoso mengakui pula bahwa dirinya yang membuka secara paksa pintu belakang museum tersebut, dengan alasan bahwa selalu meminta kunci sama honorarium UPTD museum Lapawawoi tetapi tidak pernah diberikan.

Benda Pusaka Museum Saoraja Lapawawoi

“Kunci itu sudah saya minta berkali-kali namun tidak ada yang menggubris. Akhirnya saya mengangkat barang tersebut dengan dibantu ratusan orang untuk mengangkat barang-barang milik almarhum Andi Mappasissi Petta Awangpone,” tegas Budi Santoso.

Ia juga menambahkan, bahwa ada beberapa benda bersejarah di Museum Saoraja Lapawawoi tidak diambil, seperti stempel kerajaan Bone 40 buah, besi sikoi, lanraseng Manurung beserta palunya milik Laummasa, perisai panjang milik Laummasa, perisai bulat peninggalan Bangsa Inggris, silsilah kerajaan, alat tenun, gerabah, beberapa lemari, alat-alat tangkapan ikan tradisional, miniatur Pinisi.

Diantara benda tersebut ini yang diakui Budi Santoso bukan milik Andi Mappasissi Petta Awangpone yakni, stempel kerajaan Bone 40 buah, besi sikoi, lanraseng Manurung beserta palunya milik Laummasa, perisai panjang milik Laummasa, perisai bulat peninggalan Bangsa Inggris, dan silsilah kerajaan.

“Adapun yang lainnya milik Petta Awangpone, saya tidak ambil karena dikhawatirkan rusak saat diangkat,” jelas Budi Santoso.

Ahli waris Andi Mappasissi Petta Awangpone, Andi Baso Bone mengatakan bahwa pihak Pemda tidak membicarakan hal ini secara baik-baik.

“Kita ini, selalu di suruh beretika, tapi mereka tidak pernah bertindak secara etik. Seharusnya itu, kalau ada begini, saya mau-dikeluarkan, seharusnya mereka panggil saya secara pribadi. Saya kan di bawahnya, bukan hanya sekadar menerima surat. Artinya, kontribusi saya selama ini bagaimana?,” terang Andi Baso Bone melalui telepon seluler.

Andi Baso Bone menambahkan, dirinya mendapat bocoran akan-direhabilitasi. Dia, khawatir benda-benda pusaka warisan keluarganya akan hilang dan tidak ada yang bertanggung jawab.

“Sudah berapakali saya minta kuncinya, tapi tidak ada yang menggubris,” lanjutnya.

“Jika pihak Pemda mau jumpa pers, saya juga siap. Seharusnya mereka temui saya bicarakan atau minta ke saya untuk hibahkan warisan saya ke Museum. Maka saya akan bicarakan hal itu ke saudara-saudara saya sebagai ahli waris,” ungkap Andi Baso Bone. [Ikhlas/Rasul]

Share :

Baca Juga

Bone

Respon Cepat Brimob Bone Bersinergi Dengan SAR Gabungan Evakuasi Pohon Tumbang

Bone

Jalanan Kelurahan Apala Bak Kubangan Kerbau, Kondisinya Memiriskan dan Memperihatinkan

Bone

Pedagang Jajanan di Depan Sekolah Dikeluhkan

Bone

Pimpin Apel Kesiapsiagaan, Ini Atensi Danyon Brimob Bone Kepada Anggotanya

Bone

Jaga Kondusifitas Kamtibmas Selama Bulan Ramadan, Brimob Bone Laksanakan Ini

Bone

Tes Cata PK TNI AD Sub Panda Bone Dipantau Kasdam XIV/Hsn Dan Asisten Kodam XIV/Hsn

Bone

Melalui Patroli KRYD, Selain Imbau Prokes, Brimob Bone Juga Lakukan Ini

Bone

Danrem 141/Tp Hadiri Pelantikan Kades Terpilih