Gelar Komsos, Begini Penegasan Danrem 141/Tp

Komunikasi Sosial (Komsos) Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme di Wilayah Korem 141/Toddopuli

RAKYATSATU.COM, BONE – Telah dilaksanakan Pembinaan Komunikasi Sosial (Komsos) Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme di Wilayah Korem 141/Toddopuli dengan tema “Meneguhkan Toleransi Mencegah Radikalisme/Separatusme” bertempat di Aula Sudirman Makorem 141/Toddopuli Jln. Jendral Sudirman No. 09 Watampone, Jumat (17/09/2021).

Adapun sambutan Danrem 141/Tp Brigjen TNI Djashar Djamil., S.E., M.M yang dibacakan oleh Kasrem 141/Tp Kolonel Arh Elphis Rudy, S.E.,M.M.,M.Sc., M.S.S yang intinya mengemukakan bahwa seperti yang kita pahami bersama, bahwa Radikalisme/Separatisme adalah suatu Ideologi dan Faham yang ingin melakukan perubahan pada sistem Sosial dan Politik suatu Negara dengan menggunakan cara-cara kekerasan/ekstrim sehingga faham tersebut sangat bertentangan dengan Ideologi Pancasila.

“Untuk itu, melalui kegiatan ini, para pemateri akan memaparkan secara rinci tentang dampak dari gerakan Radikalisme / Separatisme sehingga para peserta semuanya dapat merapatkan barisan untuk menangkal penyebaran paham tersebut,” ujar Danrem 141/Tp.

Komunikasi Sosial (Komsos) Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme di Wilayah Korem 141/Toddopuli

Setelah membacakan amanat Danrem 141/Tp, Kasrem 141/Tp Kolonel Arh Elphis Rudy, S.E.,M.M.,M.Sc., M.S.S melanjutkan memberikan materi Cegah Tangkal Radikalisme/Saparatisme kepada undangan dan peserta Komunikasi Sosial yang intinya Aksi Terorisme adalah aksi yang dilatarbelakangi unsur Politik.

Dalam materinya ia memaparkan, Teroris adalah pihak yang ingin memerdekakan diri yang dimana mereka menyerang infrastruktur umum melakukan aksi bom.

“Perlu kita ketahui aksi Teroris itu bukan hanya didasari fundamentalis Islam yang mempunyai tujuan Politik tetapi setiap Teroris mempunyai tujuan yang berbeda-beda,” ujarnya.

“Aksi Radikalisme juga bisa didapat dari pendidikan, dimana dari sejak dini diberikan paham-paham untuk menjadikan seseorang menjadi Radikal. aksi Radikal juga bisa diperoleh dari seseorang yang ingin bertobat akan tetapi menemukan orang yang salah untuk dijadikan gurunya maka orang ini diberikan paham-paham Radikal semisal jika ingin bertobat maka lakukan bom bunuh diri. Disinal cikal bakal yang nantinya melahirkan paham-paham Radikalisme,” tambahnya.

Materi kedua dan ketiga disampaikan Oleh Drs. Andi Suherman., M.H. Sekretaris Dinas Perdagangan Kab. Bone dan DR. Andi Sugirman, S.H., M.H. Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Isalam IAIN Bone yang membawakn materi Kewirausahaan & Radikalisme.

Materi kedua dan ketiga disampaikan oleh Drs. Andi Suherman., M.H. Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Bone dan DR. Andi Sugirman, S.H., M.H. Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Islam IAIN Bone yang membawakan materi Kewirausahaan & Radikalisme.

Kapenrem 141/Toddopuli, Mayor Arm Arfan Towasi, menambahkan, pada kegiatan Komsos kali ini mahasiswa dan para tokoh masyarakat diberikan kesempatan untuk menanyakan hal-hal apa saja yang berkaitan dengan materi yang di bawakan.

“Selama kegiatan berlangsung protokol kesehatan tetap dijalankan demi mencegah penularan Covid-19,” tegasnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut yakni, para Kasi dan Pasi Korem 141/Tp, para Dan/Kabalak Korem 141/Tp, Babinsa Kodim 1407/Bone, Aparat Pemda Bone, Dosen dan Mahasiswa UNM Kampus 6 Watampone, Pemuda Pancasila Kabupaten Bone Tomas, Toga, Toda dan Todat Kabupaten Bone.