Home / Daerah

Rabu, 16 Juni 2021 - 16:21 WIB

Jelang Ajaran Baru, Komisi III DPRD Maros Pantau Kesiapan Sekolah Hadapi PTM

RAKYATSATU.COM, MAROS – Komisi III DPRD Maros melakukan kunjungan disejumlah sekolah di Kabupaten Maros. Kunjungant tersebut untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana sekolah pasca rencana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada tahun ajaran baru mendatang.

Ketua Komisi III DPRD Maros Andi Rijal mengatakan, dengan adanya rencana Pemerintah Kabupaten Maros untuk PTM, maka dari pihaknya perlu sikapi dengan cepat terkait kesiapannya.

“Kesiapan sekolah di Maros harus dilihat secara langsung seperti apa kondisinya. Kesiapan sarana dan prasarana di setiap sekolah yang kami kunjungi rata-rata sudah lengkap seperti tempat cuci tangan dengan sumber air yang mengalir, WC, masker cadangan, alat pengukur suhu, ruang isolasi, dan lain lainnya boleh dikata sudah lengkap,” kata Andi Rijal.

Kedati demikian, masih ada juga di tingkat sekolah dasar belum dilengkapi sarana pendukung, sehingga sekolah tersebut diminta agar segerah melengkapi sarana dan prasarananya sebelum tahun ajaran baru.

“Hasil kunjungan Komisi III nanti akan kami bicarakan dengan Dinas Pendidikan,” jelas Andi Rijal.

Jelang Ajaran Baru, Komisi III DPRD Maros Pantau Kesiapan Sekolah Hadapi PTM

Ditambahkan Rijal, konsep pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 hanya bisa dilakukan secara terbatas. Pembelajaran tatap muka secara terbatas maksimal 50% anak-anak belajar di sekolah. Pembelajaran dilakukan maksimal 2 jam sampai 3 jam setiap kali pembelajaran dilakukan.

“Konsepnya sudah jelas sehingga sekolah harus siapkan sarana dan prasaraanya sebelum tahun ajar baru.” kata Rijal.

Ditambahkan Rijal, jika ada sekolah ditemukan ada positif covid-19, maka dipastikan sekolah tersebut tidak boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka. Setiap sekolah yang akan melakukan pembelajaran tatap muka harus memiliki daftar periksa menyangkut kesiapan sekolah dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Jadi kalau misalkan sekolah tersebut belum siap sebaiknya tidak melakukan pembelajaran tatap muka,” tutup Rijal.

Menurut dia, fenomena hasil belajar anak-anak dengan cara daring selama coved ini boleh dikata mengalami penurunan yang sangat siknifikan. Bukan hanya hasil belajarnya, tapi nilai-nilai kerakter kurang sekali.

“Pemerintah merasa perlu untuk mengeluarkan kebijakan pembelajaran tatap muka secara terbatas di masa pandemi untuk mengurangi terjadinya learning loss pada anak-anak kita,” kata Rijal.

 

Share :

Baca Juga

Bone

Brimob Bone Latihkan Penanganan Rusuh Massa di Hutan

Daerah

Bupati Maros Terima Kunjungan Pimpinan UMI, Bahas Sinergitas Program Pemerintah

Advertorial

Tiga Irigasi di Tellulimpoe Bakal Dikerja Tahun Ini

Daerah

Bupati Sinjai Harap Hari Raya Idul Fitri Dijadikan Ajang Introspeksi Diri

Bone

MTQ Ke-32, Bone Siapkan Kafilah Ke Tingkat Provinsi

Bone

Salat Id di Lapangan Merdeka, Bupati Fahsar Beber Sederet Prestasi

Daerah

Dekopinda Sinjai Gelar Anjangsana, Ajak Warga Ikut Vaksinasi

Daerah

Wujud Keakrabannya Dengan Media, Danyon C Pelopor Hadiri Pelantikan Pengurus Baru WIB