Home / Travel

Selasa, 15 Maret 2022 - 21:31 WIB

Sandiaga Pastikan Bantu Turis Rusia di Bali Yang Susah Ambil Uang di ATM

Ilustrasi wisatawan di Pura Uluwatu yang berada di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Bali.(Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)

Ilustrasi wisatawan di Pura Uluwatu yang berada di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Bali.(Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)

RAKYATSATU.COM – Konflik Rusia dan Ukraina turut berimbas ke wisatawan mancanegara (wisman) asal Rusia yang kini sedang berada di Bali, serta mengalami kesulitan keuangan.

Dikutip dari Kompas.com, Sabtu (12/3/2022), salah satu wisman asal Rusia yang ada di Bali tidak bisa menarik uang dari mesin ATM karena transaksinya diblokir.

Untuk diketahui, sejumlah bank Rusia diblokir dari sistem Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT).

SWIFT adalah sistem pembayaran yang menghubungkan ribuan lembaga keuangan, termasuk bank, agar bisa mengirim dan menerima data transaksi, serta memindahkan uang dengan cepat, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Jumat (4/3/2022).

Pemblokiran tersebut lantas membuat warga Rusia kesulitan menarik uangnya dari luar negeri, termasuk Bali, Indonesia.

Terkait kejadian ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, pemerintah siap membantu para wisatawan, termasuk lewat Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia yang ada di Indonesia.

“Kita akan membantu jika mereka membutuhkan fasilitasi. Pihak Kedubes Rusia di Indonesia telah menyiapkan langkah–langkah dan telah menghadirkan kemudahan bagi warga negara Rusia. Demikian juga Kedubes Ukraina, untuk memudahkan warga Ukraina,” kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, Senin (14/3/2022).

Ia menambahkan, pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga telah berkoordinasi dengan SAM (Staf Ahli Menteri) Manajemen Krisis, agar masalah ini tidak memburuk akibat tidak ditanganinya wisman asal Rusia dan Ukraina dengan baik.

Sandiaga berharap, kedutaan besar kedua negara ini bisa membantu warga negaranya yang tengah menghadapi masalah.

“Sama seperti kedutaan dan Kementerian Luar Negeri kita, memberi fasilitas bagi para warga negara Indonesia (WNI) yang ada dalam situasi konflik,” pungkasnya. [Kompas.com]

Share :

Baca Juga

Teknologi

Ini Tips Liburan Akhir Tahun Yang Aman Bersama Keluarga

Travel

Mobil Baru di Tahun 2021 Harus Miliki APAR

Daerah

Camping Bersama Pemkab Sidrap, Polres dan Unsur Komunitas Lakukan Aksi Taman Pohon

Teknologi

Jelang MotoGP, 6.200 Kamar Masih Tersedia

Travel

Dua Kementerian Bahas Infrastruktur Telekomunikasi dan Informatika pada 5 DSP

Travel

Libur Tahun Baru 2021, TN Alas Purwo Ditutup

Travel

Tips Cara Mengatasi Depresi Usai Liburan

Daerah

Replika Monas Tambah Daya Tarik Kawasan Wisata Telaga Biru