Home / Daerah

Jumat, 15 Januari 2021 - 06:08 WIB

Pemkab Sinjai Anggarkan Rp23 Miliar Untuk Kesehatan

RAKYATSATU.COM, SINJAI – Kepastian jaminan kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap warga menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, dibawah nahkoda Andi Seto Asapa (ASA) dimasa pemerintahannya.

Melalui kebijakan yang ditelorkan dalam bentuk program layanan kesehatan gratis bagi warga Sinjai yang terintegrasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kelas III menjadi prioritas utama dalam memenuhi hak dasar masyarakat di bidang kesehatan..

Komitmen Pemkab Sinjai dalam menjalankan program tersebut disampaikan Plt Kepala Bappeda Sinjai Irwan Suaib saat menjadi narasumber di Focus Group Discussion (FGD) yang digelar HMI Cabang Sinjai, Kamis (14/01/2021) di Aula Hotel Rofina.

Dia mengatakan, untuk BPJS Kesehatan yang dibebankan APBD untuk tahun 2021 sebagai bentuk komitmen Pemkab Sinjai, pihaknya telah menganggarkan kurang lebih Rp23 miliar selama sembilan bulan.

Sebenarnya kata Irwan, perencanaan awal itu sampai 12 bulan, tetapi karena adanya petunjuk teknis dari Kemendagri dan pemerintah pusat untuk menyiapkan biaya pelaksanaan vaksin maupun persiapan dalam hal penanganan Covid-19, sehingga anggaran untuk BPJS Kesehatan hanya untuk 9 bulan.

“Meskipun hanya 9 bulan, tidak perlu khawatir. Pemerintah daerah tetap berkomitmen dengan visi misinya akan memberikan ketersediaan anggaran untuk BPJS.
Insha Allah pemerintah daerah akan tetap melakukan penyiapan anggaran sampai akhir tahun 2021,” kata Irwan.

Pemerintah pada intinya sambung, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Sinjai ini, tidak hanya
melakukan penyerapan anggaran, tetapi perlu juga melakukan pemantauan dan evaluasi.

Sebab, menurutnya komitmen Bupati ASA tidak boleh lagi ada masyarakat miskin yang tidak memiliki BPJS ataupun tidak terlayani di fasilitas kesehatan (Faskes)

“Ini menjadi poin oleh pemerintah daerah dan BPJS dalam hal tataran pelaksanaan. Jangan sampai kita menganggarkan anggaran besar tetapi masih ada masyarakat miskin tidak memiliki BPJS atau masyarakat miskin datang di faskes atau di puskesmas maupun di rumah sakit tidak terlayani,” ujarnya.

Selain Irwan Suaib, FGD yang mengusung tema Kenaikan Iuran BPJS dan dampaknya terhadap kestabilan ekonomi daerah di tengah pandemi Covid-19, narasumber lainnya yakni Sekretaris Dinas Kesehatan drg. Farina Irfani, Kasi Intel Kejari Sinjai
Helmy, Plt Kadis Sosial Andi Muh. Idnan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sinjai Achmad Saleh Abdullah.

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Wabup Sinjai Resmikan Inovasi Milik Desa Sukamaju

Daerah

Amankan Perayaan Paskah, Brimob Bone Tingkatkan Patroli Ke Gereja di Bone

Daerah

Satgas Covid Sinjai Gelar Operasi Yustisi Disiplinkan Prokes

Daerah

Antar Langsung Undangan, Bupati Harap Kedatangan Gubernur di Hari Jadi Sinjai

Daerah

Reses di Desa Saohiring, Persoalan Infrastruktur yang Banyak Diterima Darwis

Daerah

Senam Unik Ala Brimob Bone Untuk Jaga Kekuatan Fisik dan Kekompakan

Bone

Danrem 141/Tp Pantau Langsung Tes Samapta Casis Cata PK TNI AD Sub Panda Bone

Daerah

Kejari Sinjai dan BRI Jalin Kerjasama Mengenai Pendampingan Hukum Datun