Managemen Keluarga Untuk Tangani Covid-19

RAKYATSATU.COM, SOPPENG – Penyebaran wabah Coronavirus Desiase 2019 (Covid-19) di Kabupaten Soppeng masih menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah untuk memutusnya. Mengingat Kabupaten Soppeng pernah masuk dalam Soppeng Zero terhadap Covid, karena kerja keras dan keterlibatan seluruh unsur.

Dalam ptroteksi dini penyebaran Covid-19, ternyata pimpinan daerah yakni Bupati Soppeng H Andi Kaswadi Razak ternyata memiliki cara tersendiri dalam menangani virus ‘La Coro’ sebutan dia.

Yaitu, Managemen Keluarga. Iya, karena menurut mantan Ketua DPRD dua periode ini, masyarakat dan rakyat Soppeng, dia anggap adalah anak dan keluarganya.

“Saya menganggap masyarakat saya adalah keluarga, anak-anak saya. Kami tidak ingin anak kami dirawat dengan tetangga. Ibaratnya kami tidak ingin masyarakat kami dirawat diluar,” kata Bupati Soppeng HA Kaswadi Razak.

Managemen Keluarga Tangani Covid-19

Kata dia lagi, sebagai kepala keluarga atau pimpinan daerah, dimana hati nurani kita saat anak, keluarga, rakyat kita di rawat sama orang (daerah) lain. “Disinilah tanggung jawab kita sebagai kepala keluarga,” tambahnya.

Kehadiran pemerintah ditengah pandemi sangat dibutuhkan, maka dari itu, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pun harus senada, sehingga tidak ada pergesekan dibawah.

“Setiap kami ingin mengambil tindakan terlebih dahulu kami sampaikan dan sosialisasikan kepada masyarakat agar terjalin komunikasi yang baik,” jelasnya.

Meski begitu, dirinya tetap sadar bahwa kebijakan yang diambil tentu tidak semua menerimanya. “Kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat, mungkin kebijakan-kebijakan yang kami lakukan tentu tidak semua menerimanya, tapi kami yakin, sebagai orang tua di wilayah ini tidak rela anak-anaknya sakit,” ungkapnya.

Disisi lain, inovasi dengan menghadirkan Ruang Isolasi Khusus Covid-19 sebagai fasiltias daerah, Pemerintah Soppeng juga kerap dikatakan hebat karena menjadi salahsatu daerah yang mandiri saat menghadirkan alat uji sampel PCR diwaktu yang bersamaan.

“Apa yang dilakukan oleh Soppeng adalah hal yang biasa saja. Sebenarnya yang kami lakukan disini biasa-biasa saja, yang luar biasa itu kepala daerah yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk daerahnya,” kata Kaswadi.

Menurutnya, sebagai kepala Daerah, disinilah peran dan cobaan yang harus dihadapi. Dimana saat ini, semua daerah terdampak oleh virus Corona dan bagaimana inovasi kepala daerah untuk menangani hal tersebut.

Mengenai kebijakan pusat, dirinyapun tidak terlalu mencampuri karena ini merupakan masalah nasional dan semua daerah pasti ukurannya sama.

“Yang menjadi prinsip kami di Kabupaten Soppeng adalah apa yang terbaik bagi rakyat dan semua yang ada diwilayah kami,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan, saat menangani Covid-19, Pemda Soppeng memilah satu-satu yang mana proritas, masuklah beberapa masukan-masukan dari Forkopimda, OPD, tokoh masyarakat, baik orang soppeng yang punya kemampuan dibidangnya yang tergabung di paguyuban kerukunan keluarga Soppeng malah sampai diluar negeri.

“Dari kebajikan dan masukan ini akhirnya kami lakukan pengadaan mesin PCR, sekaligus mempersiapkan ruangan isolasi perawatan khusus,” katanya.

Kenapa ada perawatan khusus, lanjut Kaswadi, karena yang terjadi di RS umum membuat masyarakat panik, makanya kami harus mengambil langkah cepat untuk memisahkan pelayanan masyarakat yang berpenyakit biasa atau bergejala covid-19.

Ditegaskan dia, dengan adanya Laboratorium dengan fasilitas mesin PCR dan alat Swab yang lengkap, maka sangat penting dipastikan bahwa penanganan Covid-19 ini tidak boleh setengah-setengah karena ini merupakan keselamatan kita bersama.

“Selaku Pemerintah Kabupaten Soppeng saya harus melindungi warga saya dari wabah virus corona ini,” kuncinya.