Begini Cara Disdik Maros Tekan Anak Putus Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros Takdir

RAKYATSATU.COM, MAROS – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Maros memberikan perhatian khusus kepada anak putus sekolah di Maros. 

 

Dalam catatan Dinas pendidikan Kabupaten Maros pada tahun 2019 ada 14 orang siswa SMP dan 115 orang siswa SD yang yang mengalami putus sekolah sedangkan pada tahun 2020 ada 15 orang siswa SMP dan 40 orang siswa SD yang yang mengalami putus sekolah.

 

 

Hal ini menjadi keseriusan Dinas Pendidikan Kabupaten Maros dalam menekan anak yang putus sekolah setiap tahunnya.

 

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros Takdir, alasan mereka putus sekolah berbeda-beda, contohnya di daerah Tompobulu di karenakan letak daerah geografis tempat tinggal yang mesih minim akan bangunan sekolah dan jarak rumah antar warga yang sangat berjauhan.

 

“Sementara itu sekolah tingkat SMP di Kecamatan Bontoa, beberapa siswanya terpaksa putus sekolah karena harus ikut membantu orang tuanya menjadi nelayan, dan berlayar sampai berbulan-bulan,” Ungkapnya

 

Dalam mengatasi hal tersebut Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Maros melakukan pendataan dan memasukkan siswa putus sekolah ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) untuk mengikutkan ujian pada paket A dan B.

 

“Kita memberikan kesempatan kepada mereka yang putus sekolah untuk mengikuti ujian paket. Paket A dan B untuk siswa Setingkat SD dan SMP. Tak terkecuali bagi mereka yang putus sekolah di tingkat SMA, tetap kita rangkul dan masukkan ke SKB paket C,” jelasnya.

 

Selain memberi kesempatan untuk mengikuti SKB kata Takdir, upaya pemerintah dalam menekan angka putus sekolah yakni dengan memperbaiki sarana dan prasarana.

 

Dia menyebutkan, perbaikan sejumlah jalan di Kecamatan-kecamatan sedikit membantu siswa yang tinggal di daerah terpencil dan tidak memiliki akses memadai ke lokasi sekolah.

 

“Perbaikan sejumlah sarana juga kita lakukan sebagai upaya menekan angka putus sekolah.  Supaya sekolahnya mudah diakses,” ujarnya.

 

Takdir menjelaskan, untuk pelaksanaan KBM mengejar paket, pemda Maros menganggarkan dana sekitar Rp300 juta.