Dapat Keluhan dari Warga, Bupati Chaidir Pantau Pengerjaan Proyek Kereta Api

Bupati Maros Chaidir Syam saat meninjau pengerjaan proyek kereta api

RAKYATSATU.COM, MAROS – Aktivitas pada proyek pembangunan rel Kereta api, di Lingkungan Panaikang, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, kerap membuat warga resah. Pasalnya, truk pengangkut timbunan diduga asal menurunkan muatan. 

 

 

Menanggapi hal itu, Bupati Maros AS Chaidir Syam bersama Kapolres Maros AKBP Fachtur Rachman, Kadishub Frans Johan, dan beberapa warga lakukan tinjauan langsung melihat aktivitas truk pengangkut timbunan proyek pembangunan rel kereta api  yang di keluhkan oleh warga.

 

“Hari ini saya bersama Kapolres dan Kadishub dan beberapa warga langsung turun meninjau,” ungkap Chaidir, Rabu (13/10/2021).

 

Usai melihat kondisi jalan, Chaidir kembali melakukan evaluasi bersama warga. Menurutnya tidak boleh ada kata lelah, cuek, dan tidak bersemangat untuk kepentingan warga.

 

“Kami akan selalu menerima masukan-masukan dari warga, terlebih ini adalah proyek strategi nasional,” lanjutnya.

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari BMKG, Chaidir mengungkap, aktivitas pengangkutan harus selesai di pertengahan bulan November karena di akhir bulan akan memasuki musim hujan.

 

“Targetnya ini selesai dipertengahan bulan. Saya sudah berdiskusi dengan BMKG, di akhir November itu truk sudah tidak bisa masuk karena hujan lebat,” jelas Chaidir.

 

Hal yang paling meresahkan warga adalah jam operasional truk yang seharusnya dimulai pukul 8.00-17.00 wita, tetapi banyak truk yang sudah mulai lalu lalang sejak pukul 7.00 wita. Aktivitas truk ini cukup mengundang kemacetan dan mengganggu anak sekolah.

 

Kapolres, Fachtur Rachman meyakinkan warga terkait penegakan hukum. Sebagai tugas pokok Polres, pihaknya akan terus berusaha menegakkan Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

 

Bupati Maros Chaidir Syam saat tatap muka dengan warga yang keluhakan aktivitas truk pengangkut timbunan

“Pembangunan rel kereta api ini akan terus kami awasi agar tetap aman, apabila ada yang melanggar hukum, akan kami proses,” tegasnya.

 

Kadishub, Frans Johan mengungkap, sebanyak 100 truk sudah diberikan sosialisasi untuk tidak beroperasi sebelum pukul 8.00 Wita. Besok pihaknya bersama Polantas akan lakukan pencegahan di depan Kantor Dinas Perhubungan.

 

“Kami melakukan evaluasi selama empat hari, jika ada truk yang lewat sebelum pukul 8.00, kami akan cegat, besok hari terakhir. Lewat dari itu kami akan berikan sanksi sesuai aturan,” tegasnya.

 

Mengenai tanah yang banyak jatuh di sepanjang poros jalan, pengemudi truk dilarang untuk membawa timbunan yang membumbung. Frans juga menambahkan, untuk mengatasi debu yang disebabkan, penyiraman akan ditingkatkan.

 

“Yang awalnya disiram dua kali sehari, kami akan tingkatkan menjadi empat kali sehari. Dari Pemda juga akan menurunkan Damkar untuk membantu penyiraman,” ucapnya.