Optimalisasi Pendapatan, Bandara Hasanuddin Bakal Lakukan Perluasan dan Pembangunan Cargo Village  

Optimalisasi Pendapatan, Bandara Hasanuddin Bakal Lakukan Perluasan Cargo Village

RAKYATSATU.COM, MAROS – Untuk mengoptimalkan pendapatan kargo dan logistik pada bisnis ekspor komoditi perikanan di Wilayah Timur Indonesia, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan Balai Besar KIPM Makassar menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Direct Call Ekspor Komoditi Perikanan di Hotel Dalton.

 

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Vice President Cargo and Logistic Development PT Angkasa Pura I (PERSERO), Direktur Operasi Angkasa Pura Logistik, General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Pimpinan PT. Garuda Indonesia Persero (Tbk) Cabang Makassar, Pimpinan PT. Lion Air Cabang Makassar, Kepala Pusat Badan Karantina Ikan BKIPM, Kepala Balai Besar KIPM Makassar, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, Bea & Cukai Makassar, sejumlah kepala stasiun KIPM, serta para perwakilan dari 75 CV pelaku usaha ekspor perikanan di Wilayah Tengah dan Timur Indonesia.

 

President Cargo and Logistic Development PT Angkasa Pura I Vice mengatakan potensi pengembangan usaha ekspor sektor perikanan, perlu didukung dengan pelayanan modal transportasi udara yang memumpuni hingga dapat mengefisiensikan biaya kirim bagi para eksportir dan durasi pengiriman lebih cepat.

 

“Jika hal ini tersedia kami yakin dapat mempermudah akses bagi pelaku usaha di Wilayah Tengah maupun Timur Indonesia dalam hal pengiriman barang melalui udara lebih cepat,” jelas Vice.

 

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Wahyudi pada pertemuan tersebut, mengatakan saat ini Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tengah mempersiapkan lokasi seluas 33 hektar yang nantinya akan digunakan menjadi Cargo Village. Sehingga dapat terfokus melayani Cargo tanpa mengganggu kegiatan para calon penumpang.

 

“Perluasan Cargo sangat berpotensi untuk meningkatkan pendapatan Bandara dari sektor kargo,” sebut Wahyudi.

 

Ditambahkan Wahyudi, pada kondisi pandemi saat sekaran ini, telah memberikan perubahan signifikan terhadap pola bisnis sebagian besar pengusaha. Volume kargo naik 67% semasa pandemi. Permintaan di Makassar tinggi. Kegiatan pengiriman barang melalui kargo maupun logistik menjadi cara yang semakin populer.

 

“Tingginya permintaan barang di wilayah Makassar saat ini hingga vukume cargo naik 67 persen,” sebut Wahyudi.