Libatakan Dinkes DKI, Presiden Jokowi Disuntik Vaksin

Presiden Joko Widodo meninjau Masjid Istiqlal yang telah usai direnovasi, Jakarta, Kamis (7/1/2021). Renovasi ini merupakan yang pertama sejak 42 tahun lalu, dengan menghabiskan waktu 14 bulan untuk merampungkan proses renovasi.(BIRO PERS SETPRES / MUCHLIS JR)

RAKYATSATU.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo akan disuntik vaksin Covid-19 pada Rabu (13/1/2021) pukul 10.00 WIB.

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono mengatakan, Istana telah menunjuk dokter kepresidenan untuk menyuntikkan vaksin ke Presiden.

“Dari dokter kepresidenan dan dari Dinas Kesehatan DKI,” kata Heru kepada Kompas.com, Selasa (12/01/2021).

Rencananya, vaksinasi digelar di Istana Presiden, Jakarta. Proses vaksinasi akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden sehingga bisa disaksikan masyarakat luas. Heru mengatakan, pada hari ini hanya Presiden yang akan divaksin.

Sementara itu, para menteri Kabinet Indonesia Maju divaksinasi setelahnya, tetapi berbeda hari. Menurut Heru, hingga hari ini, jadwal vaksinasi terhadap jajaran menteri masih disusun.

“Para menteri ada sesi tersendiri bersama para pejabat eselon 1, akan dikoordinir oleh Menteri Kesehatan,” ujar dia.

Heru mengatakan, keluarga Presiden, baik Ibu Negara maupun putra-putrinya juga tidak akan divaksin pada hari ini.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah berulang kali menyatakan bakal menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19. Hal itu bertujuan membangun kepercayaan masyarakat terhadap vaksin Covid-19 yang disediakan pemerintah.

“Mungkin sehari atau dua hari setelah itu (izin penggunaan darurat vaksin terbit) langsung saya disuntik yang pertama vaksinnya. Kemudian dokter dan perawat, kemudian seluruh masyarakat,” kata Jokowi dalam acara pemberian bantuan modal kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/1/2021).

Adapun vaksin yang akan disuntikkan berupa vaksin Sinovac yang berasal dari China.

Pada Senin (11/1/2021), Badan Pengawas Obat dan Makanan telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin tersebut.

BPOM menyatakan, vaksin buatan Sinovac telah lulus uji keamanan dan keampuhan. Tercatat, tingkat efikasi (keampuhan) dari vaksin Covid-19 buatan Sinovac sebesar 65,3 persen.

Angka tersebut telah melebihi ambang batas minimal yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni sebesar 50 persen.

Sumber : Kompas.com