Tiga Warga Bone Dinyatakan Positif Corona Meninggal Dunia di Rumah Sakit, Salah Satunya Kajari Parepare

Prosesi pemakaman pasien terkonfrimasi positif di pemakaman khusus Tirong

RAKYATSATU.COM, BONE – Pasien terkonfrimasi positif corona atau covid-19 di Kabupaten Bone yang meninggal dunia terus bertambah. Hari ini, Selasa (13/01/2021) ada tiga warga Kabupaten Bone yang terkonfrimasi positif corona atau covid-19 meninggal dunia. Ketiganya meninggal dunia di rumah sakit. Salah satunya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Parepare, MA.

Dua yang meninggal di Rumah Sakit M Yasin Bone, yakni pasien inisial MR (62) beralamat Kelurahan Walanae, Kecamatan Tanete Riattang dan NN (62) alamat Dusun Luppereng, Desa Cinennung, Kecamatan Cina serta satu pasien meninggal dunia di rumah sakit. Sedangkan Kajari Kota Parepare, MA meninggal dunia di rumah sakit Kota Pare-Pare.

Ketiga pasien yang meninggal tersebut dimakamkan di pemakaman khusus Tirong, Selasa (13/01/2021).

Juru Bicara Tim Percepatan dan Pencegahan Covid-19 (PPC 19) Kabupaten Bone, Yusuf mengatakan, kedua pasien positif meninggal hampir bersamaan di Rumah Sakit M Yasin Bone.

Prosesi pemakaman pasien terkonfrimasi positif di pemakaman khusus Tirong

“Satu pasien menghembuskan napas terakhir pukul 06.05 Wita dan satu lagi pukul 06.25 Wita. Keduanya meninggal dalam keadaan terkonfirmasi positif Covid-19,” katanya saat ditemui usai pemakaman.

Pengambilan sampel swab kedua pasien (MR dan NN) pada Senin (11/1/2021) kemarin. Hasilnya keluar pagi tadi.

Almarhumah MR dan NN masuk rumah sakit sejak dua hari lalu, Minggu (10/01/2021). Keduanya, masuk dengan gejala Covid-19 berat, yakni demam dan sesak.

Almarhumah MR dan NN dimakamkan secara protokol Covid-19 di pekuburan khusus Covid-19 di Desa Tirong, Kecamatan Palakka, siang tadi dan pihak keluarga hanya bisa melihat prosesi pemakaman dari jarak jauh.

Lanjut Yusuf, yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Bone ini bahwa untuk keluarga yang telah kontak dengan pasien, kata Yusuf, pihaknya akan melakukan pemeriksaan usai masa berduka selesai.

“Setelah masa berduka keluarga diminta memeriksakan diri. Jangan sampai ada penularan kepada keluarga lainnya,” katanya.

Ia pun berharap agar pasien ke-23 dan ke-24 di Kabupaten Bone ini yang terakhir meninggal dunia

Olehnya itu ia meminta kesadaran masyarakat untuk patuh dan disiplin protokol Covid-19. Sebab, yang terjadi saat ini masyarakat baru disiplin jika ada petugas. Sementara petugas jumlahnya terbatas.

“Ketika tidak ada petugas banyak yang melanggar protokol kesehatan. Masyarakat baru patuh kalau ada operasi. Contoh, baru memakai masker kalau ada operasi,” ujarnya.

Maka dari itu, menurut dia, perilaku dan kesadaran masyarakat yang harus dibangun bersama-sama. Jika tidak, pasti pandemi Covid-19 akan lama selesai.

“Perilaku harus dibangun. Kalau ini tidak dibangun, yakin dan percaya pandemi Covid-19 lama selesai. Jika selalu ada kasus, tidak ada alasan pemerintah daerah, provinsi, pusat bahkan dunia untuk menyatakan pandemi telah selesai,” tuturnya.