Bandung Kota Kelima Peluncuran Jaringan Telkomsel 5G

Karyawan tengan mencoba alat elektronik yang menggunakan jaringan Telkomsel 5G saat peluncuran Telkomsel 5G di Jakarta, Kamis 27 Mei 2021. Di tahap awal, jaringan 5G sudah digelar di 26 klaster yang ada di sembilan kota, terutama di area residensial. Tempo/Tony Hartawan

RAKYATSATU.COM, BANDUNG – Telkomsel meluncurkan jaringan internet 5G di Bandung, Senin 7 Juni 2021. Telkomsel 5G itu hadir di kawasan kampus Telkom University dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Keunggulan teknologi 5G dapat membuka lebih banyak peluang terciptanya solusi dan inovasi digital yang lahir dari para talenta di Tanah Air,” kata R. Muharam Perbawamukti, Direktur Human Capital Management Telkomsel, lewat keterangan tertulis.

Muharam menyatakan kalau Telkomsel berkomitmen untuk memastikan jaringan 5G tersedia untuk semua orang di Indonesia. Perluasan jaringan dijanjikan dilakukan secara bertahap dengan kualitas terbaik. Adapun peresmian hari ini menjadikan Bandung kota kelima dalam rangkaian peluncuran Telkomsel 5G sejak 27 Mei lalu di Jakarta, lalu Medan, Surakarta, dan Balikpapan.

Muharam berharap jaringan 5G tidak hanya membuat masyarakat sebagai pengguna melainkan pemain utama yang memanfaatkan teknologi internet. Beberapa sektor yang bisa maju menurutnya seperti pariwisata dan pendidikan.

“Jaringan 5G juga dapat mendorong implementasi Industry 4.0 melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional untuk berbagai sektor industri,” katanya.

Rektor Telkom University Adiwijaya mengatakan akan berkomitmen dengan Telkomsel untuk mengembangkan jaringan 5G. Dia berharap jaringan 5G bisa membuat para peneliti di kampus terus mengembangkan riset dan inovasi yang berguna untuk masyarakat.

Beberapa aplikasi dan inovasi hasil riset yang dapat memanfaatan teknologi Telkomsel 5G beserta ekosistemnya dicontohkannya Telesthethoscope, yaitu sebuah stetoskop berbasis internet of things (IoT). Alat itu dibuat untuk menyimpan data rekam suara paru maupun jantung dan bisa digunakan dari jarak jauh. Kemudian ada Patriot-Net, sistem peringatan dini bencana yang dipadukan dengan Mobile Cognitive Radio Base Station untuk memulihkan jaringan telekomunikasi. (Tempo.co)