Home / Daerah

Kamis, 8 April 2021 - 17:42 WIB

Chaidir Syam Paparkan Potensi Wisata yang Dimiliki Kabupaten Maros

RAKYATSATU.COM, JAKARTA – Bupati Maros, AS Chaidir Syam memaparkan perencanaan pembangunan sektor pariwisata Kabupaten Maros di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Bupati Maros, Chaidir Syam yang didampingi langsung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Maros, M. Ferdiansyah mengungkap perencanaan kawasan pariwisata baru kepada Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Dirjen Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Dr. Wawan Gunawan di Kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat.

Kawasan wisata baru yang dimaksud itu ialah kawasan wisata yang berada di Kecamatan Tompobulu, pihaknyapun meyakinkan Kemenparekraf agar menurunkan sejumlah program untuk ikut berkolaborasi mewujudkan Kabupaten Maros sebagai tujuan wisata bertaraf internasional.

“Sejak dilantik, saya telah berkomitmen untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi dan sektor lainya di Kabupaten Maros, kita tidak mau lagi kehilangan alam karena penambangan, maka dari itu, sektor pariwisata yang berkelanjutan bisa menyelamatkan itu semua,” ujar Bupati Maros, Chaidir Syam saat dikonfirmasi, Kamis 8 April 2021.

Untuk di Kabupaten Maros, Kata Bupati, Kecamatan Tompobulu yang nanti akan menjadi kawasan pariwisata terpadu dan juga sebagai destinasi andalan Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kita tidak bisa pungkiri, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di wilayah kita, sudah pasti jarak tempuh wisatawan semakin singkat menuju sejumlah daya tarik wisata yang keren,” tambahnya.

Selain itu, Bupati Maros Chaidir Syam juga memaparkan kesiapan Kabupaten Maros menjelang penerimaan tim assesor Unesco Global Geopark yang telah dijadwalkan akan tiba di Kabupaten Maros pada bulan Juli mendatang, sehingga pihak Pemerintah Kabupaten Maros harus bergerak cepat untuk berkoordinasi bersama Kemenparekraf RI.

“Kami juga melaporkan, jika di Kabupaten Maros sementara menyiapkan kebutuhan Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep yang nanti akan menerima tim assessor Unesco, kami support penuh untuk mewujudkan Geopark Maros Pangkep bergabung dalam UNESCO Global Geopark,” jelasnya.

BACA JUGA :  Prajurit Korem 141/Tp dan Balakrem 141/Tp Gowes Bersama

Tidak hanya itu, Chaidir juga menunujukkan sejumlah daya tarik wisata yang sudah lama menjadi primadona pariwisata Sulawesi Selatan, yaitu Kawasan Wisata Alam Bantimurung yang memilki keindahan yang sangat eksotik.

“Mungkin pak wawan sudah mengetahui Air Terjun Bantimurung, kawasan itu juga kita berbenah akibat pandemi, perlahan mulai ada perubahan tren pengunjung yang naik, penerapan protokol kesehatan terus dipertahankan di Bantimurung,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Dirjen Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Dr. Wawan Gunawan, langsung mengagendakan waktunya untuk berkunjung ke KWA Bantimurung.

“Kita agendakan ke Bantimurung, nanti kita kolaborasi, kita akan melihat bisa melaksanakan kegiatan apa yang dapat dikolaborasikan dengan pemerintah daerah,” bebernya.

Wawan Gunawan juga mengapresiasi masuknya salah satu desa di Kabupaten Maros yang akan dikembangan menjadi desa wisata bersama 244 desa wisata se Indonesia.

“Kita geber desa yang sudah masuk daftar pak presiden, desa wisata memang menjadi perhatian dari bapak presiden, kemarin tim istana terus meminta perekembangannya, kita juga pasti akan suppott,” jelasnya.

Share :

Baca Juga

Bone

Cegah Penularan Covid-19 saat Libur Lebaran, Pelayanan Kontak Tidak Langsung Tetap Jadi Prioritas

Wajo

Pembukaan TMMD Soppeng Dihadiri Danrem 141/, di Wajo Dihadiri Kasrem 141/Tp

Daerah

Wakil Bupati HaTi Turun Kejalan Berbagi Kepada Sesama

Daerah

Sinjai Kategori PPKM Level 3, Bupati Intruksikan Hal Ini

Asahan

John Hardi Nasution Dilantik Jadi Dewan Pengawas PDAM Tirta Silau Piasa

Sinjai

Polres Sinjai Amankan Balap Liar Roda Empat, Kasat Lantas : Akan Ditindak Tegas

Bone

Korem 141/Tp Gelar Komsos Lakukan Pembinaan Komunikasi

Daerah

Dua Tersangka Dugaan Pemalsuan Dokumen Tidak Ditahan