Ternyata Ini Penyebab Kuota Pupuk Subsidi Selalu Kurang

Pertemuan penyaluran pupuk bersubsidi di Aula Kantor Kecamatan Barebbo

RAKYATSATU.COM, BONE – Ternyata pupuk tidak pernah langka hanya saja pupuk bersubsidi yang selalu dikurangi kuotanya. Hal itu terungkap dalam pertemuan sosialisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Aula Kantor Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone, di Jl Poros Bone-Sinjai Kelurahan Apala, Senin (8/3/2021).

Kepala Pemasaran PT Pupuk Kaltim di Sulawesi Selatan, Mardani mengakui kalau pupuk itu banyak, namun yang kurang ada adalah Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk menebus pupuk non subsidi tersebut menjadi pupuk bersubsidi.

“Pupuk tidak pernah langka karena kami banyak stok pupuk yang non subsidi. Tetapi memang kuota pupuk bersubsidi selalu berkurang yang disebabkan oleh kurangnya APBN untuk pupuk bersubsidi,” jelas Mardani.

Sementara itu Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Holtikultura Tanaman Pangan Kabupaten Bone H Sunardi, mengatakan bahwa pupuk subsidi, barang dalam pengawasan pemerintah. Ada dana APBN. Satu tahun sekira 30 triliun untk subsidi pupuk.

Pertemuan penyaluran pupuk bersubsidi di Aula Kantor Kecamatan Barebbo

“Yang namanya pupuk subsidi selalu terbatas beda yang non subsidi. Kuota kita jauh lebih kecil dibandingkan kebutuhan. Yang bisa disubsidi hanya petani yang punya lahan maksimal 2 ha dan Empang hanya 1 ha serta terdaftar di kelompok tani dan terdaftar dan memiliki NIK di RDKK,” jelas H Sunardi.

Lanjutnya, berdasarkan RDKK di Kabupaten Bone dibutuhkan pupuk sekira 329.000 ton namun kuota yang diberikan sekira 129.500 ton

“RDKK 329 ribu ton dibutuhkan. Kuota hanya 129.500 ton. Makanya pupuk subsidi tidak pernah cukup,” tegasnya.

Ia menambahkan Kecamatan Barebbo merupakan salah satu kecamatan andalan/unggulan khususnya di bidang pertanian. Kecamatan Barebbo selalu menjadi contoh di bidang pertanian, apalagi ditunjang oleh pemerintah setempat.

Ia juga menyebutkan bahwa Kabupaten Bone memiliki sawah terluas di Provinsi Sulawesi Selatan dan pengguna pupuk yang paling banyak adalah di sawah dan Empang. Produsen pupuk di Indonesia timur yakni Petrokimia Gresik dan Pupuk Kaltim

Sedangkan untuk pengecer pupuk bersubsidi ada 156 pengecer/kios dengan 8 distributor. Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi ada di pengecer/kios dan itu pun apabila pupuk bersubsidi tersebut dijemput langsung petani di pengecer/kios.

“Untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi para petani maka pengecer harus menalangi semua atau membayar pupuk di distributor sebab haram hukumnya pengecer minta uang ke petani untuk menebus pupuk, jadi pengecer harus ada modal, gudang dan armada,” tegasnya.

“Jika pupuk subsidi kurang maka petani yang mampu maka gunakanlah pupuk non subsidi sebab saat ini semua bantuan harus berdasar kelompok tani. Tahun ini (2021) tidak ada bantuan benih padi di Dinas Pertanian dan Holtikultura Tanaman Pangan Kabupaten Bone makanya setiap desa/kelurahan diharapkan membuat penangkaran bibit padi. Saya mohon para kades/lurah menyampaikan hal ini ke masyarakat,” harapnya.

Pertemuan tersebut selain dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Tanaman Pangan Kabupaten Bone, dihadiri pula Camat dan Forkopimcam Barebbo, kepala desa dan lurah se Kecamatan Barebbo, PPL Kecamatan Barebbo, distributor pupuk dan para pengecer pupuk se Kecamatan Barebbo.