Home / Daerah

Selasa, 7 September 2021 - 18:25 WIB

Inovasi Si Balung Lestari Dapat Penghargaan Top 30 KIPP Sulsel

RAKYATSATU.COM, MAROS – Si Balung Lestari (Sapi Bali Unggul dan Lestari) di Sulawesi Selatan, telah berhasil mendapat penghargaan pada Top 30 Kompterisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2021.

Pemberian piagam pada inovasi 24 Kabupaten/ Kota di Sulsel, diserahkan langsung oleh Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin (6/0/2021) kemarin.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak (UPT PTHPT) pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov Sulsel drh Nurlina Saking, usai menerima penghargaan mengatakan, kehadiran inovasi ini karena kesulitanya peternak untuk menemukan genetik asli Sapi Bali Indonesia (hasil domestikasi banteng liar).

“Kami sebagai Kepala UPT telah berinovasi menghadirkan Si Balung Lestari di Sulawesi Selatan (Sapi Bali Unggul dan Lestari di Sulawesi Selatan) dan berhasil hingga kami mendapat penghargaan tingkat provinsi,” kata drh Nurlina.

Inovasi Si Balung Lestari Dapat Penghargaan Top 30 KIPP Sulsel

Dikatakan dia, Si Balung Lestari merupakan inovasi kedua yang mendapatkan penghargaan Top 30 Inovasi Pelayanan Publik Sulsel, setelah pada tahun 2020 dengan Inovasi “Teseng Sapita’ Berdayakan Peternak di Sulawesi Selatan.

Inovasi Si Balung Lestari, kata Nurlina, bertujuan menghasilkan sapi Bali yang kompetitif terhadap sapi eksotik dengan mengembalikan genetik nenek moyangnya (Banteng), yang berat dewasanya mencapai 800kg/bobot lahir 16-17kg (jantan), dan betina sampai 670kg/bobot lahir 14-15kg.

Namun akibat dari dampak breeding (kawin sedarah) dan seleksi negatif (penjualan ternak bagus keluar daerah) peternak hanya dapat menemukan ternak kerdil, dengan bobot lahir kurang dari 13 kg dan memiliki nilai jual rendah.

Hal ini berdampak pada rendahnya minat peternak memelihara sapi Bali, lebih memilih sapi eksotik/luar negeri seperti Limousin, Simmental, dan Brahman yang performanya lebih besar.

Metode kawin suntik (metode inseminasi) antara sapi Bali Sulsel dan Sperma sapi turunan banteng (Banteng cross). “Langka seperti inilah yang terus lami akan di lakukan untuk kembali melahirkan sapi jenis balung,” tutup drh Nurlina.

Share :

Baca Juga

Daerah

Baznas Bone Kembali Serahkan Bantuan Usaha Produktif ke Warga Kurang Mampu

Daerah

Serahkan Bantuan Hibah, Andi Seto : Manfaatkan Dengan Baik

Advertorial

Jaga Akurasi Alat Uji Kendaraan, UPTD PKB Dishub Sinjai Lakukan Kalibrasi

Daerah

Percepat Penyaluran, MPC Pemuda Pancasila Sinjai Turut Bagikan Bansos PPKM

Daerah

Event Sepeda Sehat, Bupati Pinrang Harap Jadi Ajang Edukasi Prokes

Daerah

Pemkab Sinjai Fokus Jalankan Program Sentra Industri

Daerah

Pemkab Sinjai Paparkan Inovasi Penanganan Stunting

Daerah

Kasus Covid-19 di Sinjai Terus Mengalami Penurunan