Home / Daerah

Jumat, 7 Mei 2021 - 14:46 WIB

Pemkab Maros Gelar Rakor Pelaksanaan Shalat Idul Fitri

RAKYATSATU.COM, MAROS – Menjelang hari raya Idul Fitri, Pemerintah Daerah melakukan rapat koordinasi dengan pimpinan lembaga pemerintahan kabupaten Maros, di ruang rapat Bupati, Jumat (07/05/2021).

Bupati Maros, HAS Chaidir Syam memimpin rapat koordinasi membahas persiapan pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 H / 2021 M. Diawal rapat, Chaidir menerangkan, sesuai imbauan Menteri Agama, salat Idul Fitri boleh dilaksanakan berjemaah di masjid-masjid pada wilayah dengan kategori hijau dan kuning.

“Kabupaten Maros kita berada pada wilayah zona hijau kuning, ini berarti dibolehkan untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di Mesjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” papar Chaidir.

Untuk menghindari kerumunan besar dan lama, Bupati Maros menghimbau untuk membuka mesjid-mesjid sebagai tempat menyelenggarakan sholat Ied agar menunggu surat edaran dari Satgas Nasional.

“Diharap Dewan mesjid, camat dan pihak kelurahan bisa mensosialisasikan untuk menyampaikan kesiapan para pengurus mesjid. Kita akan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Ini mencegah kecolongan untuk pencapaian penanganan covid kita saat ini,” harapnya.

Suasana rapat koordinasi membahas persiapan pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 H / 2021 M

Kedati demikian, pelaksanaan lebaran tahun ini tidak dibuka untuk menyelenggarakan sholat dilapangan. Terlebih untuk lapangan Pallantikang.

“Dengan Bismillah, kita meniadakan pelaksanaan sholat dilapangan, kita laksanakan di mesjid. Jadi bagi warga, diharapkan untuk sholat Id di mesjid-mesjid terdekat dari rumah,” ungkap Chaidir.

Ketua MUI Maros, KH Syamsul Khalik yang turut hadir mendampingi, menyampaikan terkait jarak saat sholat.

“Tidak boleh lupa, kita akan tetap menjaga jarak saat sholat. Batasan satu sajadah untuk tiap skat. Waktu pelaksanaan sholat dan khutbahpun maksimal 20 menit,” tegas KH Syamsul Khalik.

Ditengan jalannya rapat, Komandan Kodim (Dandim) 1422 Maros, Letkol Inf Budi Rahman menyampaikan, akan diterapkannya penyekatan lokal.

“Memaksimalkan pencegahan kerumunan di hari Idul Fitri, kami akan melakukan penyekatan lokal. Penyekatan ini dilakukan dibeberapa titik baik sebelum pelaksanaan sholat, juga setelah pelaksanaan sholat Id. Untuk mesjid, kami juga akan menjaga dengan ketat protokol kesehatan, memperhatikan betul penggunaan masker 100 persen jamaah,” jelas Letkol Inf Budi Rahman.

Harapan dengan adanya rapat koordinasi ini, agar dapat mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19. Menjalankan ibadah pada bulan suci Ramadhan tahun 1442 H / 2021 M, maka dibutuhkan panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri sebagai acuan bagi instansi pemerintah, pengurus / pengelola rumah ibadah dan masyarakat luas dalam memenuhi aspek Syariat Islam dan protokol kesehatan serta dapat menyesuaikan kodisi saat ini.

Share :

Baca Juga

Daerah

Bersama Kapolres Bone, ARIP Salurkan Bantuan Kapolda Sulsel di Bone

Daerah

BPBJ Soppeng Adakan FGD, Bahas Perpres

Daerah

Wabup Maros Minta Anggaran CSR Perusahaan Fokus Untuk Sejahterakan Masyarakat 

Daerah

Pemkab Sinjai Satu-satunya Daerah di Sulsel yang Berhasil Terima Sertifikat Eliminasi Malaria

Daerah

Kunjungi Unit Pengelolaan Gula Aren, Ketua TP-PKK Sinjai Bakal Bantu Dalam Pemasaran

Sinjai

Jawab Aspirasi Masyarakat, Komisi I DPRD Sinjai Kunjungan ke Posko Induk Damkar

Maros

Bupati Maros Serahkan LKPJ 2021 Ke DPRD Maros

Daerah

Bupati Wajo Dapat Penghargaan BPJS Kesehatan KC Watampone