Dinilai Berpotensi Penyebaran Covid-19, Bupati Wajo Pertegas Larangan Mudik

RAKYATSATU.COM, WAJO — Untuk mencegah penularan Covid-19, Pemerintah Kabupaten Wajo melarang segala bentuk mudik selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2021.

“Kebijakan ini dibuat agar tidak terjadi ledakan kasus Covid-19 seperti pada Lebaran 2020, ” kata Bupati Wajo, H Amran Mahmud pada saat mengunjungi posko perbatasan Wajo – Bone, Kamis 6 Mei 2021.

H Amran Mahmud menyampaikan bahwa kegiatan mudik untuk bertemu sanak saudara berpotensi menimbulkan interaksi fisik. Kondisi inilah yang dikhawatirkan sebab virus dapat bertransmisi lebih cepat baik melalui bersalaman ataupun berpelukan.

“Kejadian (interaksi fisik) ini seringkali tidak dapat dielakkan bahkan kepada orang yang sudah memahami pentingnya protokol kesehatan sekalipun,” ujarnya.

Amran menambahkan bahwa pada prinsipnya, pemerintah berupaya untuk terus mampu menjaga kondisi yang terkendali ini dan selalu siap siaga serta antisipatif terhadap berbagai kondisi yang ada

“Kami lakukan ini karena peduli, kami sayang, kami tidak ingin masyarakat terpapar virus ini,” imbuhnya.

Sebelumya, Presiden Joko Widodo menyampaikan himbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga trend penurunan Covid-19 yang telah dicapai selama ini.

“Pengalaman tahun lalu pada libur Idul Fitri terjadi lonjakan kasus harian 93 persen dan tingkat kematian mingguan mencapai 66 Persen,” ujarnya.