Home / Daerah / Maros

Jumat, 5 November 2021 - 15:54 WIB

Warga dan Pedagang di Maros Keluhkan Harga Minyak Goreng

RAKYATSATU.COM, MAROS – Harga minyak goreng curah maupun kemasan melonjak naik di beberapa daerah utamanya di Pasar Tradisional Moderen (Tramol) butta selewangeng Kabupaten Maros.

Dalam beberapa bulan terakhir para pedagang mengeluhkan dengan kenaikan bahan pokok utama yakni minyak goreng, yang secara langsung melonjak naik tak terkendali.

Menurut Faisal yang merupakan Ketua Asosiasi Pedagang di Pasar Tramol Butta Selewangeng juga mengeluhkan hal tersebut.

“Beberapa bulan terakhir ini minyak goreng baik curah maupun kemasan yang di jual di sekitar Pasar Tramol ini mengalami kenaikan yang tidak wajar,” ungkap Faisal.

Sebelum adanya kenaikan, parapedagang dulunya menjual minyak goreng dengan harga Rp 60.000.00 per 5 Liter namun saat ini harganya meroket naik menginjak harga Rp 90.000.00 per 5 Liternya.

“Dulu harga minyak goreng yang kami jual di pasar ini hanya 60.000.00 atau 70.000.00 tapi semenjak distributor menaikan harganya kami terpaksa harus menjual minyak goreng mencapai Rp 90.000.00 sampai Rp 95.000.00 per 5 Liternya,” lanjutnya.

Warga dan Pedagang di Maros Keluhkan Harga Minyak Goreng

Akibat dampak dari kenaikan minyak goreng ini pihak pedagang terpaksa harus merogoh kocek yang tidak sedikit.

Bahkan banyak diataranya harus mengurangi stok minyak goreng yang akan mereka jual untuk para pembeli di pasar Tramol.

“Kami menyiapkan modal yang cukup tinggi sedangkan penghasilan yang semakin menipis,” ungkap Faisal.

Pihak pembeli juga menyayangkan akan kenaikan minyak goreng di pasar terungkap dari penyampaian ida yang merupakan pembeli minyak goreng dan pengusaha gorengan.

“Kenaikan ini sangat mempengaruhi pengusaha yang sangat berpatokan ke bahan pokok minyak goreng seperti penjual gorengan seperti saya, saya juga berharap ke pemerintah bisa menangani masalah ini agar kami bisa bertahan di masa pandemi ini,” ungkap Ida.

Beliau juga menambahkan harus seefesian mungkin menghunakan minyak goreng.

“Bisanya saya membeli minyak goreng 2 sampai 3 jerigen dengan ukuran 5 liter tapi saat ini saya hanya mampu membeli 1 jerigen saja,” lanjut Ida.

Saat ini pihak pedagang belum mengetahui sebap kenaikan minyak goreng yang terjadi di pasar Tramol namun pedagang berharap ada kebijakan pemerintah daerah turun tangan dalam menangani persoalan ini.

Share :

Baca Juga

Daerah

Percepatan Digitalisasi, Insentif Petugas Keagamaan di Sinjai Dilakukan Secara Elktronik

Advertorial

Reses, Ketua DPRD Wajo Sosialisasi Pentingnya Vaksinasi

Daerah

Wakil Ketua I DPRD Sinjai Hadiri Pelaksanaan Apel Operasi Ketupat

Daerah

PGRI Maros Peduli, Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Sulbar

Daerah

Personel Makorem 141/Tp, Balakrem dan PNS Korem 141/Tp Diberikan Hydro Oxy

Daerah

TNI AU Lanud Hasanuddin Gelar Vaksinasi Secara Door to Door

Bone

Pahlawan, Catatan Pinggir : Bahtiar Parenrengi

Daerah

Peringatan Nuzulul Qur’an, Ini Harapahan Andi Seto