Home / Daerah

Selasa, 3 Agustus 2021 - 23:06 WIB

Demi Tingkatkan Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat, Kadis Ketapang Bone Bantu KTW Apala Bibit Sayur

RAKYATSATU.COM, BONE – Salah satu upaya Pemerintah Kelurahan Apala untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera yakni menjadikan Kelurahan Apala sebagai daerah lumbung pangan. Apalagi Kelurahan Apala merupakan daerah agraris/pertanian.

Untuk mewujudkan hal tersebut maka Pemerintah Kelurahan Apala melakukan pembinaan peningkatan pemberdayaan para wanita lewat Kelompok Wanita Tani (KWT) yang anggotanya para perempuan yang melaksanakan usaha di bidang pertanian, para istri petani yang juga anggota kelompok tani.

Melihat potensi KWT yang ada di Kelurahan Apala, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Bone, H Andi Asman Sulaiman memberikan bantuan bibit sayur kepada para KWT Kelurahan Apala.

Kakak kandung Plt Gubernur Sulawesi Selatan itu, menyerahkan bantuan bibit sayur tersebut pada Lurah Apala, Sainal Abidin melalui salah seorang stafnya yang bernama Jamilah di kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, Jl Jenderal Sudirman Watampone, Selasa (03/08/2021).

“Semoga bantuan bibit sayur tersebut dapat dimanfaatkan para KWT sehingga dapat menambah perekonomian keluarga di masa pandemi Covid-19 ini,” harap H Andi Asman Sulaiman.

Adapun sejumlah bantuan bibit sayur dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone tersebut diantaranya bibit sayur kangkung, cabe merah, tomat, paria, mentimun, sawi dan sejumlah bibit lainnya yang jumlahnya mencapai puluhan yang dikemas dalam plastik. Bantuan bibit sayur tersebut diterima oleh empat KWT yang tersebar di Kelurahan Apala

Sementara itu Lurah Apala, Sainal Abidin merasa berterima kasih kepada Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Bone atas bantuan tersebut. Sebab dengan bantuan itu maka dapat memberi pekerjaan kepada para wanita, khususnya anggota KWT dalam menambah perekonomian keluarganya nanti.

Apalagi kelompok wanita tani pada dasarnya sama dengan kelompok tani, yang membedakan adalah anggotanya adalah para perempuan yang melaksanakan usaha di bidang pertanian, para isteri petani yang juga para anggota kelompok tani.

BACA JUGA :  Catat! Begini Penegasan Danrem 141/Tp Ke Panitia Seleksi Caba PK TNI-AD Reguler

“Saya mewakili masyarakat khususnya para KWT Kelurahan Apala berterima kasih atas bantuan Kadis Ketapang. Bantuan bibit sayur tersebut sangat dibutuhkan dan semoga dapat menambah perekonomian warga nantinya,” ujar Sainal.

Ia pun menjelaskan, bahwa KWT yang ada di Kelurahan Apala, seperti halya kelompok tani (poktan), kelompok wanita tani (kwt) mempunyai fingsi yang sama dengan kelompok tani (poktan).

“KWT di Kelurahan Apala memiliki fungsi antara lain sebagai wahana belajar meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap (pks) serta tumbuh dan berkembangnya kemandirian dalam berusaha tani sehingga produktivitasnya meningkat, pendapatannya bertambah serta kehidupan yang lebih sejahtera bagi anggotanya,” jelas Sainal.

“Selain itu berfungsi juga sebagai wahana kerjasama sebab kelompok tani merupakan tempat untuk memperkuat kerjasama diantara sesama petani dalam kelompoktani dan antar kelompoktani serta dengan pihak lain. Melalui kerjasama ini diharapkan usaha lainnya akan lebih efisien serta lebih mampu menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan,” tambahnya.

“Di suatu sisi juga berfungsi sebagai unit produksi. Usaha tani yang dilakukan oleh masing-masing anggota kelompok tani, secara keseluruhan harus dipandang sebagai suatu kesatuan usaha yang dapat dikembangkan untuk mencapai skala ekonomi, baik dipandang dari segi kuantitas, kualitas maupun kontinuitas dan kelompok wanita tani (kwt) juga mempunyai fungsi lain yang sangat penting dalam mendukung suksesnya progam penyuluhan pertanian, yaitu sebagai back up kelompok tani,” jelasnya lagi.

Sainal juga menjelaskan bahwa kegiatan utama kelompok wanita tani adalah memanfaatkan lahan pekarangan, melaksanakan kegiatan budidaya tanaman sayur, buah, toga dan lumbung hidup dan ternak.

Kemudian pengolahan hasil pertanian dari pekarangan itu sendiri maupun dari hasil perkebunan dan sawah yang pada umunya dijual ke pasar dalam bentuk bahan mentah dapat diolah menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi sehingga dapat meningkatkan nilai jualnya.

Share :

Baca Juga

Daerah

Pengungsi Korban Gempa di Desa Lombong Timur Butuh Air Bersih, Danyon Gas Turunkan Water Treatment

Daerah

Tingkatkan Kinerja, Satpol-PP Bone Siap Luncurkan Program Sappa Bone

Daerah

Sekda Sinjai Ikuto Sosialisasi Implementasi UU Cipta Kerja

Sinjai

Ketua DPRD Sinjai Salat Idul Fitri di Masjid Islamic Center

Advertorial

Didampingi Bupati Wajo, Plt Gubernur Sulsel Resmikan Miniatur Ka’bah

Advertorial

Andi Seto Berikan Materi Pada Intermediate Training HMI Sinjai

Daerah

Bupati Andi Seto Temui Komisi IV DPR RI, Bahas Pembangunan di Sektor Pertanian

Daerah

Rombongan Misi Kemanusiaan Sinjai Serahkan Bantuan Logistik