Home / Daerah

Kamis, 3 Juni 2021 - 13:59 WIB

Soppeng Daerah Tersiap Dalam Penanganan Kasus Covid-19

RAKYATSATU.COM, SOPPENG – Tim Central of Disease Control (CDC) bersama Lembaga Biomolekuler Eijkman Jakarta dan Universitas Hasanuddin melakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan Pemkab Soppeng, Kamis 3 Juni.

Kunjungan rombongan Tim CDC yang dipimpin oleh Lembaga Eijkman, Prof Din Syafruddin ini, diterima langsung Bupati Soppeng HA Kaswadi Razak. Kunjungannya untuk melihat beberapa fasilitas yang ada di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkeda) dan juga Rumah Sakit Latemmamala.

“Kedatangan kami untuk melihat aktivitas penanganan Covid-19 di Kabupaten Soppeng,” kata Prof Din Syafruddin.

Selain itu, pihaknya juga ingin melihat bagaimana prosedur penanganan Covid yang diselenggarakan di Kabupaten Soppeng.

“Fasilitas kelas 1 untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Soppeng ini membuat kami terkesan. Karena hal ini sangat jarang di Indonesia, apalagi saat ini tingkat Kabupaten yang mempunyai penanganan Covid yang terbagus hanya ada di Kabupaten Soppeng,” terangnya.

Namun yang membuat Prof Din Syafruddin lebih terkesan lagi, Bupati Soppeng aktif dan berperan secara langsung menangani kasus Covid dan membina staf serta menyediakan fasilitas laboratorium tersebut.

“Kita ketahui bersama bahwa awal adanya pandemi, Kabupaten Soppeng termasuk salah satu Kabupaten yang dari awal siap menangani kasus ini,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Soppeng daerah yang tersiap dalam penanganan Covid-19. Pasalnya, sudah lebih 700 laboratorium di seluruh Indonesia dengan kemampuan yang berbeda-beda tapi Kabupaten Soppeng merupakan Kabupaten yang pertama dapat melakukan PCR untuk diagnosis Covid.

Kedati begitu, dia berharap agar Kabupaten Soppeng mengembangkan kemampuan Laboratorium yang dimiliki, dengan mempersipakan tenaga Epidemiologi maupun tenaga laboratorium untuk menangani kasus-kasus lain.

“Kami bersedia membantu agar laboratorium Soppeng lebih luas pengetahuannya sehingga penanganan-penanganan kasus medis baik yang sifatnya personal maupun yang bersifat publik secara umum bisa dihindari dengan berbasis laboratorium,” ungkapnya.

Terakhir, dia harap pihaknya dapat membuat perjanjian kerjasama di Kabupaten Soppeng untuk bagaimana meningkatkan kemampuan sumberdaya, laboratorium maupun epidemiologi, sehingga kita dapat menangani kasus yang muncul atau penyakit yang muncul kembali.

Sekedar diketahui, dalam kunjungan Prof Din Syafruddin turut didampingi Country Director for Indonesia,William Hawley, PhD, Lembaga Eijkman, Khin Saw Myint, MD, PhD, Lembaga Eijkman, Ungke Anto Jaya, Mbiomed, Lembaga Eijkman, Frilasita Aisyah Yudhaputri, Mbiomed, Ka Subdit Zoonosis – P2P Kemenkes Romadona, Drh Siti Ganefa, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran UNHAS, Dr Irfan Idris.

Share :

Baca Juga

Daerah

Kejari Sinjai Kembalikan Uang Kelebihan Pembayaran Proyek ke Kas Negara

Bone

Ini Bukti Kepedulian Denpom XIV/I Bone ke Masyarakat

Daerah

Permaslahan Lingkungan, Wabup Sinjai Intruksikan Lakukan Pengerukan Sungai

Daerah

Bupati Berikan Respon Positif Rencana Investasi PT Lontara Jaya Sakti

Bone

Dinilai Bermasalah, DPRD Bone Hentikan Pengaspalan Jalan Titik Nol

Daerah

Dituding Lakukan Pemotongan Uang Titipan, Ini Tanggapan Lapas Kelas IIA Watampone

Sinjai

Bupati Sinjai Himbau Masyarakat Lebih Peduli Terhadap Lingkungan

Daerah

Hari Ibu, Ketua TP PKK Sinjai Canangkan Kampung KB