Home / Daerah

Kamis, 3 Juni 2021 - 23:09 WIB

Aktivis Sinjai Turun Jalan, Desak Proses Penyidikan Dugaan Korupsi Dana Hibah PDAM

RAKYATSATU.COM, SINJAI – Sejumlah aktivis pemuda dan mahasiswa Sinjai yang tergabung dalam Aliansi Hijau-Hitam lakukan aksi demonstrasi terkait pengelolaan anggaran Dana Hibah PDAM Sinjai.

Aksi tersebut dilakukan di dua titik, yakni perempatan lampu merah taman Topekkong dan depan kantor Kejaksaan Negeri Sinjai, Kamis (3/6/2021).

Saiful sebagai Penanggung Jawab aksi dari aliansi Hijau-Hitam meminta dan mendesak pihak kejaksaan agar bekerja cepat proses penyidikan dugaan kasus Korupsi dana hibah PDAM tahun 2017-2019.

Menurut dia, Pengelolaan Dana Hibah PDAM senilai Rp8 Miliar di Tahun 2017-2018 diera Suratman (eks Direktur PDAM) disinyalir banyak menyimpang dari aturan serta terindikasi melakukan praktik korupsi.

“Akibat dari dugaan praktik korupsi dana hibah di PDAM Sinjai telah merugikan keuangan negara maka dari itu juga kami meminta dan mendesak Kejaksaan Sinjai untuk cepat menetapkan mantan direktur PDAM Sinjai (Suratman) sebagai tersangka jika telah cukup bukti,” katanya.

Masih kata Saiful,  saat ini kurang lebih ada 20 orang yang sedang dipersiksa juga terlibat melakukan praktik korupsi dana hibah tersebut, dan apabila terbukti mereka juga turut andil melakukan tindakan korupsi maka Kejaksaan juga segera menetapkannya status oknum tersebut.

“Kejaksaan harus bekerja ekstra, profesional dan objektif untuk mengungkap semua kasus-kasus yang terjadi di PDAM di tahun 2017-2018,” tegasnya.

Selain dana hibah, dia memeberkan dugaan korupsi pada era itu yakni sambungan kilometer gratis yang kuat dugaan terjadi pungutan liar, dan sementara terindikasi kurang lebih ada sekitar 300 sambungan kilometer gratis yang dipungut biaya dan tidak jelas penggunaannya.

“Kami mendukung langkah dan upaya nyata yang dilakukan Kejaksaan Sinjai demi menuntaskan kasus pengelolaan dana hibah sebesar Rp8 miliar PDAM tahun 2017-2018 agar masalah ini jelas persoalan hukumnya dan menyarakat Sinjai memperoleh kepastian hukum, terangnya.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sinjai, Ajie Prasetya menerima aspirasi dari Aliansi Hijau Hitam di Aula Kejaksaan, menjelaskan bahwa untuk mengungkap kasus ini membutuhkan usaha dari proses penyelidikan sampai di pengungkapan hingga penetapan tersangka.

“Kita membutuhkan minimal dua bukti untuk mengungkapkan tersangka karena nantinya kami akan akan pertanggung jawabkan sampai di meja hijau atau persidangan,” kata Ajie.

Ia juga menuturkan bahwa pihaknya akan bekerja secara maksimal dengan baik sesuai dengan sop yang berlaku. Untuk batas waktunya Kejari tidak bisa memastikan penetapan tersangka karena membutuhkan waktu yang panjang.

“Dalam proses penyeledikan, kami juga butuh kerjasama dan support dari instansi luar yang berhubungan dengan data dan informasi serta terima kasih atas supportnya dalam mengungkap kasus ini,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Daerah

Cek Kesiapan Personelnya Dalam Pengamanan PON XX 2021, Danyon C Pelopor Lakukan Ini

Daerah

Polres Sinjail Gelar Apel Pengamanan Malam Takbiran

Daerah

Warga Sinjai Selatan Sambut Baik Penambahan Layanan Kesehatan

Daerah

Bupati Sinjai Serahkan Bantuan Secara Simbolis Kepada Masyarakat

Daerah

Pelaku Usaha di Sinjai Diberi Wawasan Starategi Pemasaran Online

Daerah

Danrem 141/Tp Kunjungi Lokasi TMMD Kodim 1415/Selayar

Daerah

Selama Ramadan, Jam Operasional Pasar Sentral Sinjai Ditambah

Daerah

Libur Hari Raya Idul Fitri, Objek Wisata di Sinjai Tetap Buka