Mengais Rezeki Dengan Membaca Peluang Bagi Pelaku Usaha di Masa Pandemi Covid 19

Hj Farida Hanafing dan H Bahtiar saat di RRI bersama Andi Imran Batmar

Catatan Hj Farida Hanafing

RAKYATSATU.COM, BONE – Kehadiran Radio Republik Indonesia (RRI) di Bumi Arung Palakka beberapa tahun belakangan ini telah memberi warna tersendiri dunia jurnalistik dengan berbagai programnya yang variatif dan up date pada situasi dan fakta terkini, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini.

Salah satu misi dari Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia adalah menjamin terpenuhinya hak warga Negara terhadap kebutuhan Informasi yang objektif dan independen sehingga memberikan kepastian dan rasa aman kepada warga Negara, serta menjadi referensi bagi pengambilan keputusan.

Dalam rangka memberikan informasi tentang dampak pandemi covid – 19 terhadap dunia usaha, pelaksana RRI Bone Andi Imran Batmar mengundang Ketua DPC Iwapi Bone Hj Farida Hanafing, ST bersama Ketua Hipmi Bone H. Bahtiar, SE., ME untuk sharing pengetahuan dan pengalaman di masa pandemi ini di kantor RRI Bone Jl. Jenderal Ahmad Yani, Jumat (01/01/2021).

Hj Farida Hanafing dan H Bahtiar saat di RRI bersama Andi Imran Batmar

Bagaimana di awal pandemi lalu membuat banyak hal yang harus segera disesuaikan dengan kebiasaan yang dilakukan di tempat usaha, seperti harus menyiapkan sarana cuci tangan, mewajibkan pengunjung memakai masker, jaga jarak dan tidak dibolehkan pengunjung/konsumen untuk berlama-lama dalam artian begitu selesai kepentingannya di tempat usaha maka harus segera kembali ke rumah demi terjaganya keamanan dan kesehatan dalam memutus mata rantai Covid-19.

Di awal covid lalu juga para pelaku usaha harus taat pada aturan pemerintah untuk menutup tempat usaha ketika Maghrib. Waktu berkegiatan usaha dikurangi. Sekolah tutup, kantor – kantor juga tidak aktif seperti sediakala akibat penerapan Work From Home (WFH).

Acara pernikahan dan acara-acara lain yang bisa mengakibatkan banyak orang berkumpul juga kena dampak. Dan yang paling merasakan akibatnya adalah usaha catering, EO penyedia pakaian pernikahan dan berbagai perlengkapannya, pekerja seni, driver ojek tradisional, tukang becak, ibu-ibu kantin sekolah maupun kantor dan lainnya.

Demikian pula para buruh bangunan, banyak yang tidak dapat pekerjaan akibat perputaran ekonomi terkena dampak pandemi.

Akan tetapi, dibalik musibah atau masalah selalu ada hikmah yang bisa dipetik bagi orang – orang yang mau berpikir dan selalu evaluasi. Mereka yang tidak berputus asa pada kenyataan di depan mata, ternyata melihat berbagai peluang.

Usaha dengan sistem online semakin meningkat. Usaha pakaian, mukenah, industri rumahan seperti kue, roti bertambah omzet. Resto, rumah makan juga ada yang bisa tetap menggeliat dengan secepatnya mengikuti tuntutan dari customer.

Berbagai kemasan untuk makanan dan minuman akhirnya dicari oleh penyedia makanan/minuman untuk bisa take away. Para kurir bisa tetap bertahan dengan modal hp dan memiliki banyak customer loyal serta masuk dijajaran driver online nasional dan lokal.

Dengan tinggal di rumah, para ibu – ibu kemudian banyak yang menjadi penyuka aneka bunga yang namanya uniq. Akhirnya kebutuhan pot, rak, hiasan pot pun menjadi perbincangan hangat. Bahkan tanah pun menjadi sesuatu yang dicari oleh para penikmat bunga. Yang kemudian memunculkan penjual bunga dan pot di beberpa tempat.

Jadi, dibalik kesulitan akan selalu ada peluang. Akankah kita berpikir, merenung sejenak lalu kemudian merencanakan sesuatu untuk bisa mencari solusi atas masalah yang muncul.

Allah tidak menguji hambaNya di luar kemampuannya. Senantiasa mensyukuri segala ketetapannya. Sebab bisa jadi di balik pahitnya kehidupan yang kita rasakan, ada obat yang akan membuat sistem kekebalan kita meningkat. Sehingga bisa lebih jauh jaungkauan dan pergerakannya kelak.

Semoga covid – 19 bisa segera berlalu, saat ini telah masuk 2021. Kita semua di anugerahi kesehatan jiwa dan raga, dimudahkan segala urusan dan senantiasa mendepatkan keberkahan dari Allah.