Gardu Jualan Sekaligus Tempat Tinggal Ibu Cahaya Dalam Menghidupi Anaknya

WK 1 Baznas Kabupaten Bone, Hj Farida Hanafing, saat memberikan bantuan produkti untuk ibu Cahaya

RAKYATSATU.COM, BONE – Betul kata petuah bahwa buah hati adalah segalanya. Demikian pula buat ibu Cahaya yang hanya tinggal di gardu jualan untuk menghidupi buah hatinya.

Ibu Cahaya kini harus berfungsi ganda bagi kedua putrinya selama 11 tahun terakhir ini. Pasalnya, almarhum suaminya yang dulu buruh bangunan di Kota Pare-Pare telah meninggal dunia sekira 11 tahun silam. Saat itu, ibu Cahaya juga tinggal di Kota Pare-Pare.

Setelah suaminya meninggal dunia, ibu Cahaya bersama kedua putrinya kembali ke Bone berkumpul bersama keluarga. Untuk bisa menghidupi kedua putrinya yang masih balita, ibu Cahaya berjualan di gardu dekat rumah orang tuanya.

Gardu tersebut juga sekaligus menjadi tempat tinggalnya bersama kedua putrinya yang dulunya sehari – harinya dipakai berjualan campuran, namun kini hanya tersisa lemari jualan saja tanpa isi sama sekali. Untuk menghidupi anak – anaknya, beliau rela menjadi buruh cuci.

Sekitar 3 bulan lalu, putri sulungnya yang telah berusia 14 tahun menderita sakit paru – paru. Sempat diopname di rumah sakit sekitar seminggu beberapa waktu lalu. Lalu kemudian keluar dari rumah sakit dan istirahat di rumah neneknya. Hari Jum’at (30/072021) kemarin, putri sulungnya itu meninggal dunia.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone yang mengetahui kabar duka tersebut dari Arisal Afandi, langsung melakukan tindakan setelah sebelumnya dilporkan ke pimpinan Baznas Kabupaten Bone.

WK 1 Baznas Kabupaten Bone, Hj Farida Hanafing, saat memberikan bantuan produkti untuk ibu Cahaya

Kemudian Baznas Kabupaten Bone pun memutuskan untuk membantu penyelenggaraan jenazah dengan membelikan langsung perlengkapan jenazah serta kebutuhan lainnya berupa sembako, beras, telur, perlengkapan sholat untuk ibu Cahaya, air mineral, nasi kotak dan sejumlah dana untuk membayar biaya penyelenggaraan jenazah.

Bantuan tersebut diantarkan langsung oleh WK 1 Baznas Kabupaten Bone, Hj Farida Hanafing, ST bersama staf ke rumah duka yang letaknya cukup jauh masuk ke dalam dengan berjalan kaki di belakang SMA 4 Watampone.

Sekitar pukul 14.00 Jumat siang, jenazah diantar ke pemakaman Macanang dengan menggunakan ambulance Baznas Kabupaten Bone. Staf Baznas Kabupaten Bone yang ikut serta membawa bantuan, tak mau ketinggalan turut serta mengangkat jenazah hingga ke liang lahat peristirahatan terakhir almarhumah. Tentu kesedihan dan duka yang sangat dalam dialami ibu Cahaya.

Hj Farida Hanafing mengatakan bahwa Baznas Kabupaten Bone akan membantu ibu Cahaya untuk mengisi gardunya yang telah kosong dengan memberikan bantuan produktif.

“Semoga ibu Cahaya bisa melanjutkan kembali hidupnya bersama putri keduanya yang saat ini berusia 11 tahun. Putrinya tersebut diminta untuk dimasukkan kembali ke sekolah. Bila saatnya masuk sekolah nanti, Baznas siap melengkapi berbagai kebutuhan sekolahnya,” ujar Hj Farida Hanafing.

“Demikianlah tugas Baznas. Berbagai masalah dari mustahiq berusaha untuk selalu dicarikan solusinya. Sumber dana Baznas dari zakat, infaq dan sedekah dari hamba Allah yang ikhlas tunaikan ke Baznas. Baik itu zakat perdagangan, profesi, pertanian, dan lain-lain,” tambahnya

“Kami hanya bisa selalu berdoa

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Artinya:

“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan serta menjadikannya pembersih (dosa) bagimu” pungkas Hj Farida Hanafing.