Meeting TPID, Plt Gubernur Sebut Perekenomian Sulsel Bagus

Wakil Bupati Soppeng, Ir H Lutfi Halide, saat menghadiri acara High level meeting TPID Provinsi Sulawesi Selatan

RAKYATSATU.COM, SOPPENG – Wakil Bupati Soppeng, Ir H Lutfi Halide menghadiri High level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan bertemakan “Sinergi penguatan pasokan, distribusi pangan dan pengelolaan ekspektasi untuk stabilitas harga”, di Hotel Four Point Makassar, Kamis (01/04/2021).

Deputi I Ekonomi Makro dan Keuangan pada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dr Iskandar Simorangkir, mengatakan, tantangan TPID di dalam masa pandemi ini bukan hanya terkait dengan bagaimana kita menekan inflasi. Tapi tantangan utama adalah bagaimana pemerintah pusat dan daerah mendorong pertumbuhan ekonomi karena seiring dengan Covid-19 kita mengetahui dampaknya adalah dalam masalah ekonomi dimana semua negara mengalaminya.

“Perlu menjadi perhatian kita bersama bagi anggota TPID, yaitu bukan hanya Bagaimana strategi pengendalian inflasi tapi juga strategi yang tidak terlepas dari bagaimana mengelola pemulihan ekonomi,” katanya

Oleh karena itu, TPID jangan hanya fokus pada pengendalian inflasi semata karena yang jadi andalan juga tentunya jasa pertanian, ini penting bagi kita karena dengan meningkatnya pasokan tentunya harga-harga terkendali.

Sementara Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan selama semua bisa terkendali dan teridentifikasi yang mana faktor yang harus dijaga, maka inilah data yang kita jadikan rujukan sementara dari BPS, sehingga kita bisa mengambil kebijakan-kebijakan dalam pengendalian dan mencoba menghentikan inflasi.

“Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan Alhamdulillah bagus, karena jika kita melihat secara geografis sistem perekonomian kita ini lumayan stabil bahkan di waktu krisis terburuk pun,” kata Andi Sudirman.

Dijelaskan dia, jika melihat kultur dan demografi Sulawesi Selatan yaitu 70%- 80% adalah dari sektor pertanian, nelayan, dan sebagainya yang langsung berinteraksi dengan persoalan yang tidak bisa di digitalisasi.

“Ini adalah salah satu kearifan lokal yang kita miliki sebagai faktor yang sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi yang menjadikan kita dapat survei di Sulawesi Selatan ini,” terangnya.